Blog BukuKas - Bisnis Bermasalah Akibat Terlilit Hutang? Ini Solusinya

Bisnis Bermasalah Akibat Terlilit Hutang? Ini Solusinya

Dalam dunia usaha, berhutang adalah sesuatu yang wajar. Hutang terkadang diperlukan untuk berbagai hal, misalnya sebagai modal awal usaha, modal untuk melakukan pengembangan atau ekspansi bisnis, maupun untuk  memenuhi kebutuhan operasional bisnis tersebut.  

Menjalankan sebuah usaha dengan melibatkan hutang tidak akan menjadi masalah apabila kamu bisa mengelola uang pinjaman tersebut dengan bijak, sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya. Namun jika pinjaman tersebut tidak dapat dimanfaatkan dengan baik,  bisa saja menjadi lilitan hutang usaha yang berakibat pada memburuknya kondisi usaha, bahkan dapat berujung pada kebangkrutan. 

Memulai bisnis serta menjalankannya memang tidak mudah, dan seringkali terjadi masalah yang krusial menyangkut keuangan. Jika terjadi kondisi yang sangat mendesak, misalkan di saat bisnis membutuhkan suntikan modal untuk memastikan keberlangsungannya, maka pelaku usaha mungkin akan berhutang tanpa berpikir panjang. Memang hal ini tidak salah, asalkan telah dibuat strategi yang baik untuk dapat membayar cicilan atas hutang tersebut hingga melunasinya.      

Buat kamu yang sedang menjalankan bisnis kecil-kecilan atau UMKM, kamu harus memikirkan dengan sungguh-sungguh dan mampu membaca situasi sebelum memutuskan untuk berhutang atau mengajukan pinjaman, baik itu kepada teman, saudara/kerabat, bank, koperasi, pinjaman online, dan sebagainya. Kamu harus dapat merencanakan penggunaan dana pinjaman tersebut dengan baik sehingga mendatangkan dampak positif dan kemajuan bagi usahamu. 

Agar tidak terjebak dalam lilitan hutang yang menumpuk hingga membuat bisnis yang kamu jalankan menjadi terseok-seok atau bahkan bangkrut, berikut adalah beberapa tips dalam mengelola dana pinjaman, serta solusi jika bisnis sedang mengalami hutang yang menumpuk.

1. Lakukan perhitungan total hutang usaha

Hitung dengan cermat jumlah total utang usaha yang kamu miliki. Jika memang terdapat beberapa jenis hutang, misalkan hutang kepada bank atau kerabat untuk tambahan modal, hutang kepada supplier, dan sebagainya, sebaiknya buat catatan tersendiri terkait masing-masing hutang, skema pembayarannya (berapa pokok dan bunganya), serta jatuh temponya. Dengan pencatatan yang rapi, akan terlihat jumlah dan sisa kewajiban yang harus kamu bayarkan selanjutnya.

BukuKas - Lakukan Perhitungan Total Hutang Usaha

Apabila kamu memiliki hutang kepada lebih dari satu pihak, cantumkan seluruhnya dalam catatan keuangan usahamu, lengkap dengan jumlah dan tanggal jatuh temponya. Lebih baik lagi jika kamu menggunakan aplikasi untuk membantu pembukuan keuangan, sehingga segala sesuatunya lebih terencana, termasuk pengeluaran untuk pembayaran hutang. Aplikasi semacam ini juga biasanya dilengkapi dengan fitur pengingat untuk memastikan pembayaran tepat waktu.

2. Buat rencana mengenai pelunasan hutang

Jika kamu berhutang pada bank atau lembaga keuangan resmi lainnya, tentunya sudah ada perjanjian dan skema pembayaran cicilan yang jelas, sehingga kamu tahu kapan kamu bisa melunasinya, kecuali jika usaha kamu mengalami kondisi keuangan yang benar-benar sulit sehingga kamu tidak bisa membayar cicilan dan melunasinya tepat waktu. 

Kalau terjadi hal seperti ini, maka hutangmu akan semakin bertambah karena adanya denda keterlambatan pembayaran. Kamu bisa mencoba untuk mengajukan permohonan kepada bank agar mendapatkan keringanan pembayaran, misalnya dengan tingkat bunga yang lebih rendah dan jumlah cicilan yang lebih kecil, namun dengan jangka waktu pelunasan yang lebih lama. Selain itu, berhutang kepada bank biasanya memerlukan jaminan atau aset, yang akan disita oleh bank jika kamu tidak bisa melunasinya.

BukuKas - Banner CTA Download BukuKas

Bagaimana jika kamu berhutang kepada kerabat? Biasanya tidak ada jaminan dan perjanjian resmi, serta tidak ada desakan untuk segera melunasi. Namun demikian, sebaiknya kamu tetap harus membuat catatan hutang tersendiri mengenai jumlah yang sudah dibayar dan berapa sisa kewajibanmumu tersebut.

Memastikan kewajibanmu terbayar dengan jumlah yang sesuai dan tepat waktu harus dijadikan prioritas. Jika perlu, kamu dapat menunda pengeluaran-pengeluaran lain yang tidak mendesak dalam operasional usahamu.

Mengecek saldo pinjaman secara teratur juga bisa memotivasi kamu, karena kamu bisa lebih percaya diri dan termotivasi untuk bisa melunasi hutang usahamu dengan melihat total hutang yang terus berkurang. Mulailah menerapkan goal mingguan dan bulanan tentang berapa jumlah yang harus dilunasi.

3. Perhitungkan antara pendapatan dan kesanggupan membayar

Berhutang dalam jumlah besar belum tentu bisa serta merta memajukan usaha atau memperbaiki kondisi keuangan usaha. Jika dana pinjaman itu tidak dimanfaatkan dengan baik, bisa jadi malah menyebabkan kondisi usaha menjadi lebih buruk ketimbang sebelum berhutang. 

Keuangan usaha akan menjadi tidak sehat jika jumlah yang harus dibayar lebih besar dari pendapatan. Hal ini akan membuat kamu semakin sulit untuk membayar, dan terjebak dalam lilitan hutang.

Agar pelunasan tidak mengganggu jalannya usaha, lakukan perhitungan yang cermat mengenai kesanggupan membayar dengan cara menyesuaikan antara pendapatan dan jumlah cicilan yang harus dibayar, serta pengeluaran lainnya. Usahakan 

Dengan menyesuaikan kesanggupan membayar dengan pendapatan, kamu bisa mengetahui jumlah yang harus disisihkan untuk mencicil pembayaran kewajiban kamu tersebut hingga lunas.

4. Terapkan otomatisasi pembayaran

Lakukan otomatisasi pembayaran terhadap tagihan yang kamu miliki setiap bulan, termasuk pembayaran dana pinjaman, agar bisa keluar dari hutang yang menjerat. Hal ini bisa dilakukan dengan autodebet di rekeningmu. Diperlukan tekad dan kemauan yang besar untuk selalu membayar jumlah tagihan tersebut tepat waktu.

BukuKas - Terapkan Otomatisasi Pembayaran

5. Menjual aset untuk melunasi hutang

Menjual aset bisa menjadi cara cepat untuk membayar hutang sampai lunas sehingga tidak perlu berlama-lama mencicil.  Jika uang hasil penjualan aset tersebut masih tersisa, bisa kamu jadikan modal lagi untuk meneruskan usahamu. 

Semoga beberapa tips tersebut bisa membantu kamu dalam mengelola hutang usaha yang kamu miliki, sehingga jangan sampai hutang tersebut menghambat perkembangan bisnismu.

Artikel serupa

Leave a Comment