Blog BukuKas - Cara Sederhana Menghentikan Kebiasaan Berhutang

7 Cara Sederhana Menghentikan Kebiasaan Berhutang

Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini berhutang seolah-olah telah menjadi kebiasaan bagi banyak orang. Hal ini bisa terlihat dari mereka yang seringkali berhutang demi untuk memenuhi gaya hidupnya yang tinggi dan pengeluarannya yang boros, yang tidak sebanding dengan kondisi keuangan mereka sebenarnya.

Pada saat berhutang, mereka tidak memikirkan dengan baik apakah akan mampu membayar hutang itu atau tidak sewaktu ditagih di kemudian hari. Perlu disadari bahwa kebiasaan berhutang hanya akan menambah masalah. Hutang akan menjadi beban finansial yang tidak dapat diabaikan. Hutang yang bertumpuk bahkan bisa menimbulkan masalah kesehatan, seperti depresi, stres, dan tekanan psikologis lainnya. Lalu bagaimana solusinya? Intinya, berusahalah untuk menghentikan kebiasaan berhutang, terutama dengan cara menyesuaikan antara pemenuhan kebutuhan / gaya hidup dengan kemampuan finansial.

Jika kondisi finansial belum stabil, ketika kamu ingin membeli suatu barang, solusinya bukan dengan berhutang, melainkan dengan menabung atau berinvestasi, sehingga uang yang terkumpul nantinya bisa digunakan untuk membeli barang tersebut secara tunai.

Berikut ini adalah beberapa tips yang penting untuk dipahami dan diterapkan jika kamu ingin menghentikan kebiasaan berhutang :

1. Memperhitungkan penghasilan dan pengeluaran setiap bulannya

Setiap bulan, buatlah daftar penghasilan dan pengeluaran atau beban. Ini merupakan langkah penting dalam pengelolaan keuangan yang baik dan menghentikan kebiasaan berhutang. Buat daftar rinci mengenai beban yang harus dibayarkan setiap bulan, termasuk untuk kebutuhan makan, tempat tinggal, transportasi, utilitas, dan sebagainya. Pastikan bahwa segala pengeluaran itu tidak melebihi penghasilan.

2. Menyusun anggaran keuangan bulanan

Jika sudah mengetahui berapa penghasilan dan pengeluaran yang dimiliki setiap bulan, maka langkah selanjutnya adalah membuat anggaran.

Anggaran merupakan hal yang penting untuk dibuat, karena menjadi alat untuk mengontrol pengeluaran setiap bulan dan membantu kamu melacak aliran uang keluar.

Dengan mengacu pada anggaran, kamu bisa mencoba untuk lebih berhemat dengan memangkas beberapa pos pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu dan tidak berdampak apapun pada kehidupanmu jika pengeluaran itu ditiadakan.

Kalau kamu sudah membatasi pengeluaran dan masih terdapat masalah, artinya kamu perlu meningkatkan jumlah penghasilan yang didapatkan setiap bulan. Cobalah memulai bisnis sampingan atau mengambil jam lembur untuk menambah jumlah penghasilan yang didapatkan setiap bulannya. Jika kamu punya hutang, prioritaskan pengeluaran untuk membayar hutang sampai kamu bisa melunasinya.

3. Menghentikan Kebiasaan Berbelanja yang Boros 

Hal yang membuat banyak orang terlilit hutang adalah karena tak mampu mengatur pengeluarannya dengan baik. Salah satunya adalah kebiasaan belanja secara berlebihan, yang pada akhirnya memicu timbulnya hutang

Kalau kamu terbiasa berbelanja berlebihan untuk hal-hal yang konsumtif dengan cara berhutang, hentikan kebiasaan itu. terlebih jika pembayarannya dilakukan dengan cara berhutang, dengan menggunakan kartu kredit, misalnya. Penggunaan kartu kredit menjadi salah satu sarana yang mempermudah masyarakat untuk berhutang saat belanja. Tidak masalah jika si pemilik kartu kredit mampu membayarnya. Tetapi, jika sekiranya kamu belum mampu membayar tagihannya, segera tinggalkan semua kartu kredit milikmu. Dalam banyak kasus, yang terjadi adalah seseorang rela untuk berhutang demi memiliki suatu barang yang sebenarnya tak terlalu penting.

 Jika kamu termasuk salah satunya, maka kebiasaan inilah yang harus kamu tinggalkan. Ingatlah bahwa berhutang untuk memenuhi berbagai keperluan yang tidak terlalu penting hanya akan sangat mengganggu keuangan. Kamu bisa berbelanja dengan menggunakan uang tunai atau menggunakan kartu debit. Setidaknya hal ini akan membuat pengeluaran menjadi lebih terkontrol.

4. Menyiapkan Tabungan atau Dana Darurat

Kebiasaan buruk yang dilakukan banyak orang adalah mereka seringkali mengandalkan hutang dan kartu kredit untuk memenuhi berbagai pengeluaran yang tidak terduga. Padahal, jika memiliki dana darurat, kamu tidak perlu lagi berhutang untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang mendesak. 

Setelah mengetahui pemasukan dan pengeluaran setiap bulan, kamu bisa mengalokasikan dana darurat setiap bulan. Dana darurat ini dapat menghindari kamu dari berhutang. Jumlah dana darurat yang ideal adalah sebesar 6 kali biaya hidup yang kamu keluarkan setiap bulannya. Jika belum mampu menyisihkan dalam jumlah yang besar untuk tabungan dana darurat ini, mulai dari jumlah yang kecil pun tidak apa-apa, asalkan tertib menyisihkan secara rutin.

5. Mencari Uang Tambahan untuk Melunasi Hutang

Jika saat ini kamu sedang terlilit dengan hutang yang menumpuk, maka prioritaskan pengeluaran untuk segera melunasi hutang tersebut. Temukan berbagai cara untuk menambah uang setiap bulannya, misalkan dengan menjual barang yang tidak terpakai di rumah, berhenti berlangganan TV kabel yang jarang ditonton, memilih berolahraga sendiri ketimbang pergi ke gym, dan sebagainya. 

Semakin banyak biaya yang bisa dihapus, maka semakin besar juga jumlah uang yang bisa kamu gunakan untuk melunasi hutang saat ini. Dengan demikian, akan semakin cepat juga kamu terbebas dari jeratan hutang.

BukuKas - Banner CTA Download BukuKas

Jika penghasilan saat ini terasa kurang, kamu bisa menambah penghasilan dari sumber lain, misalkan dengan menjual barang. Jika tidak bisa memproduksi barang, kamu bisa menjadi reseller maupun dropshipper produk tertentu dan menawarkan kepada calon konsumen di media sosial.

6. Membenahi Gaya Hidup

Kamu juga perlu berpikir ulang mengenai gaya hidup yang dijalani. Jangan sampai demi membiayai gaya hidup, kebutuhan yang lebih penting justru tidak terpenuhi. Jika merasa jumlah penghasilan terbatas dan belum mampu mencari uang tambahan, berusahalah untuk menghentikan kebiasaan yang memerlukan biaya banyak. Misalkan, lebih sering memasak sendiri ketimbang membeli makanan di luar, menggunakan gadget yang terjangkau sesuai kemampuan keuangan asalkan fungsinya terpenuhi ketimbang membeli gadget mahal tapi dibeli dengan cara berhutang.

7. Persiapkan Keuangan yang Lebih Baik untuk Masa Depan

Ketika kamu sudah terlepas dari jeratan hutang, inilah saatnya memperbaiki pola pengeluaran untuk masa depan yang lebih baik. Yang paling penting adalah membelanjakan uang sesuai kebutuhan, tidak membuat hutang baru, dan menyisihkan sebagian pendapatan yang dimiliki untuk menabung atau pun berinvestasi ke berbagai instrumen investasi yang sesuai. Selain itu, jika memungkinkan, pertimbangkanlah untuk mencari tambahan penghasilan.

***

Itulah beberapa tips yang dapat kamu terapkan untuk menghentikan kebiasaan berhutang. Keluar dari jeratan hutang dan mulai membiasakan diri menabung memang butuh kemauan keras dan disiplin untuk menjalaninya. Lakukan hal-hal tersebut secara bertahap dan berkelanjutan, dan mulailah menyusun prioritas untuk berbagai rencana masa depan.

Artikel serupa

Leave a Comment