Blog BukuKas - Peluang Usaha dan Tips Penting Budidaya Ikan Nila

Peluang Usaha dan Tips Penting Budidaya Ikan Nila

Ikan nila ternyata memiliki potensi bisnis yang cukup menggiurkan dibandingkan jenis ikan air tawar lainnya yang lebih populer, misalnya ikan lele ataupun ikan gurame. Cara budidayanya yang relatif mudah dan modalnya yang tidak terlalu besar membuat bisnis ikan nila ini cocok dilakukan oleh pelaku usaha pemula yang ingin berkecimpung di bidang perikanan. Saat ini, usaha budidaya ikan nila bisa dibilang sedang meningkat trend-nya, karena masih banyaknya peluang bagi pelaku bisnis ini untuk menarik minat konsumen. Karena potensi bisnisnya cukup menjanjikan, ini bisa jadi kesempatan buat kamu yang sedang mencari ide usaha. Artikel berikut ini akan membahas hal-hal seputar budidaya ikan nila, termasuk tips agar bisa sukses menggeluti bisnis tersebut.

Dengan semakin berkurangnya populasi ikan laut karena terjadinya overfishing dan praktek pengambilan sumber daya laut yang tidak bertanggung jawab, mengembangbiakkan ikan air tawar menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan ikan sebagai sumber pangan berprotein tinggi. 

Karena itulah, usaha budidaya ikan air tawar kini semakin banyak dilirik sebagai salah satu peluang bisnis yang menjanjikan seiring dengan meningkatnya permintaan pasar akan produk perikanan. Jenis ikan air tawar yang selama ini digemari oleh para pelaku UMKM karena dinilai cukup menguntungkan adalah ikan nila, ikan lele dan ikan gurame. Kali ini kita akan membahas khusus mengenai ikan nila.  

Ikan nila dikenal dengan pertumbuhannya yang sangat cepat, yakni hanya membutuhkan waktu 4 hingga 6 bulan untuk pembesarannya hingga memenuhi ukuran standar untuk dikonsumsi.

Keunggulan Budidaya Ikan Nila

Dikenal dengan nama Latin Oreochromis niloticus, ikan nila ini sangatlah mudah untuk dibudidayakan, karena dianggap cukup kuat terhadap gangguan penyakit yang biasa dialami oleh jenis ikan lainnya, sehingga perawatannya mudah dan biayanya murah, namun hasilnya relatif menguntungkan. Dari sepasang indukan nila, dapat dihasilkan jumlah telur yang sangat banyak, yaitu sekitar 250 hingga 1000 telur. Hal inilah yang  menjadikan ikan nila sebagai komoditas ikan air tawar yang menguntungkan

Ikan ini pun tingkat konsumsinya cukup tinggi. Rasa dagingnya yang lezat dan harganya yang relatif murah membuatnya digemari masyarakat Indonesia, sehingga kemudian bermunculan banyak peluang bisnis terkait budidaya ikan nila sebagai lahan untuk mencari pendapatan mengingat kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat.

BukuKas - Ikan Nila Segar
Sumber : Suara.com

Meskipun budidaya ikan nila berpotensi besar di pasar domestik, belum terlalu banyak orang yang melirik potensi tersebut dan menjadikannya lahan bisnis yang layak untuk dikembangkan. Sebenarnya, apa sih keunggulan budidaya ikan nila kalau dibandingkan dengan ikan jenis lain?

  1. Persaingan bisnis masih relatif longgar. Karena budidaya ikan nila belum terlalu marak dilakukan, para pelaku usaha di bidang ini, baik yang sudah lama maupun pemula, berharap masih bisa meraup keuntungan yang besar. Permintaan pasar terhadap ikan nila pun masih cukup tinggi, sehingga meningkatkan peluang untuk sukses, karena akan lebih mudah mendistribusikan hasil panennya. 
  2. Tidak butuh modal besar. Hal ini tentu bisa jadi pertimbangan buat kamu yang tertarik menekuni bisnis ini namun jumlah modal yang dimiliki tidak terlalu besar. Jika usaha ini dilakukan dengan baik, hingga masa panen tiba, kamu hanya perlu menunggu setidaknya 3 bulan untuk bisa mendapatkan keuntungannya. 
  3. Relatif mudah untuk dilakukan. Untuk memulai proses budidaya, kamu bisa dengan mudah mendapatkan benihnya di penjual bibit ikan. Selain itu, karakteristik ikan nila yang tidak rentan terhadap penyakit menjadikan pemeliharaannya lebih mudah, bahkan bagi pelaku usaha pemula yang masih awam sekalipun. Untuk selanjutnya, kamu bisa dengan mudah pula mendapatkan benih dari hasil panen, karena ikan nila bisa menetaskan ribuan butir telur.   
  4. Harga jual yang stabil. Harga jual ikan nila bisa dibilang tidak pernah mengalami penurunan yang berarti, sehingga memperbesar peluang untuk tetap menghasilkan keuntungan.

BukuKas - Banner CTA Download BukuKas

Tips Budidaya Ikan Nila

Biarpun terkesan mudah, tetap saja segala sesuatunya harus diperhitungkan secara matang. Ada beberapa hal teknis yang perlu dipelajari dalam mempersiapkan usaha ini, termasuk penyiapan kolam, pemilihan benih, penyediaan pakan dan sebagainya.

Berikut ini adalah cara membudidayakan ikan nila supaya bisa menghasilkan keuntungan

1. Penyiapan Kolam

Pada dasarnya, ikan nila merupakan jenis ikan yang bisa hidup di berbagai jenis kolam, baik itu kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, hingga jaring yang terapung dan tambak air payau. Penyiapan kolam sebenarnya tidak sulit, karena hanya dengan luas kolam 1 meter persegi dengan alas terpal pun, kamu sudah bisa beternak ikan nila. 

Banyak peternak ikan nila yang memilih kolam dari terpal karena mudah dibuat, bisa menampung banyak ikan, dan mudah untuk dibersihkan. Selain itu, kolam terpal juga membuat ikan yang dirawat memiliki kualitas yang lebih mumpuni dengan tingkat kematian yang lebih rendah.  

Untuk kamu yang baru mulai budidaya ikan nila, kamu bisa memilih baik kolam terpal ataupun kolam tanah. Karena kedua jenis kolam ini relatif lebih mudah untuk dibuat dan dikontrol, serta tentu saja modal yang dibutuhkan relatif lebih sedikit. 

Kolam tanah lebih direkomendasikan, karena biasanya di kolam tanah akan muncul hewan-hewan air dan tumbuhan-tumbuhan kecil yang bisa menjadi pakan alami bagi ikan nila. 

Ada tips penting lainnya nih : Ikan nila akan tumbuh baik di ketinggian 300 hingga 600 dari permukaan air laut dengan suhu 25-30 derajat celcius, kadar garam 35/ml air, dengan pH air kolam sebesar 6-7 alias pH netral.

Setelah menentukan tempat yang akan dijadikan kolam nila, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengeringkan tanah dengan cara penjemuran di terik matahari langsung selama 3 hingga 7 hari.

Setelah tanah dikeringkan, kamu bisa langsung mencangkul atau membajak tanah dengan kedalaman sekitar 10-15 cm. Jika menemukan sampah plastik, kerikil, hingga kotoran, segeralah dibuang agar tidak mengganggu perkembangan ikan nantinya.

Terakhir, lakukan penggenangan kolam dengan air secara bertahap. Pertama-tama kamu harus menggenangi air hingga setinggi 10 – 20 cm dan diamkan selama 3 – 5 hari. Tunggu hingga organisme-organisme air seperti gangga tumbuh dengan baik dan barulah kamu bisa lanjut mengisi kolam dengan air hingga mencapai ketinggian yang cukup yakni sekitar 75 cm.

2. Pemilihan Benih

Setelah kamu mempersiapkan kolam, saatnya melakukan pemilihan benih ikan nila. Ada banyak tips untuk memilih ikan nila, namun salah satu yang cukup sering dianut oleh para peternak ikan nila adalah dengan cara memilih ikan nila berjenis kelamin jantan karena pertumbuhannya yang diketahui 40% lebih cepat dibanding ikan nila betina.

BukuKas - Penebaran Benih Ikan Nila
Sumber : GDMOrganic.com

Selain itu, pastikan kamu membeli benih ikan nila yang berasal dari tempat yang terpercaya, dengan sertifikasi yang jelas dan resmi, sehingga mengurangi kemungkinan kamu membeli benih ikan nila yang abal-abal. Dengan mencari benih ikan di tempat terpercaya, kamu akan mendapatkan ikan nila berkualitas tinggi.

3. Penebaran Benih

Penebaran benih ikan nila harus diawali dengan adaptasi benih terlebih dahulu. Cara melakukan adaptasi benih adalah dengan memasukkan kantong berisi benih ikan nila ke dalam permukaan air kolam selama 30 menit.

Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan suhu di dalam kantong dengan lingkungan di dalam kolam. Setelah lebih dari 30 menit, kamu bisa membuka kantong tersebut, dan biarkan hingga seluruh benih ikan nila keluar dengan sendirinya.

Perlu diperhatikan bahwa dalam melakukan penebaran benih, kamu harus memperhatikan jumlah ikan yang ada. Umumnya setiap meter persegi kolam bisa diisi 15 hingga 30 ekor ikan nila dengan asumsi masing-masing ekor memiliki berat 10 – 20 gram.

BukuKas - Penebaran Benih Ikan Nila
Sumber : Kabartani.com

Kamu juga perlu memeriksa endapan yang muncul di kolam sebagai pemicu munculnya mikroorganisme. Munculnya mikroorganisme tersebut akan menjadi penanda benih siap ditebar dan menjadi asupan bagi benih ikan tersebut nantinya. Dengan begitu, benih ikan akan memakan mikroorganisme. Hal ini dapat meningkatkan kualitas ikan nila ketika dewasa. 

Selama dua hari setelah menebar benih ikan nila, kamu tidak harus memberi pakan karena ikan akan memakan mikroorganisme yang terkumpul dari endapan. Setelah berselang dua hari, barulah kamu harus mulai rutin memberikan pakan ikan yang disesuaikan dengan umur ikan. Bila perlu, agar kualitas ikan menjadi lebih baik, peternak akan mencampurkan azolla dan vitamin pada pakan ikan.

4. Pemeliharaan Ikan

Bila sudah melakukan penebaran benih ikan nila, saatnya kamu melakukan pemeliharaan yang intensif agar perkembangan ikannya optimal. Ada beberapa komponen penting di dalam pemeliharaan ikan nila ini yakni pengelolaan air kolam, pemberian pakan ikan nila, serta pengendalian hama dan penyakit. 

Pengelolaan air kolam merupakan salah satu komponen pemeliharaan budidaya ikan nila yang paling penting. Kualitas air kolam harus selalu dijaga agar tidak mengganggu proses perkembangan ikan. Pastikan air kolam memiliki pH stabil sehingga kebutuhan akan oksigen terpenuhi. Usahakan pula tidak ada hama di kolam. 

Perhatikan pula bau dari air kolam, bila sudah berbau busuk maka kemungkinan kolam sudah tercemar dengan NH3 dan H2S dan artinya kamu harus melakukan penggantian air. Caranya yaitu dengan mengeluarkan air 1/3 nya dari kolam dan memasukkan air baru.

BukuKas - Pemeliharaan Budidaya Ikan Nila

Pemberian pakan ikan nila merupakan salah satu komponen yang paling mahal dan bisa dibilang yang paling menentukan, sama halnya dengan pemeliharaan hewan ternak. 

Sebetulnya, ikan nila hanya membutuhkan sekitar 3% pakan dari berat tubuhnya setiap hari, jadi kamu bisa menghitung jumlah pakan setiap harinya dengan patokan ini.

5. Panen Ikan Nila

Inilah waktu yang paling ditunggu oleh para peternak ikan nila. Biasanya ikan nila sudah siap panen bila mencapai bobot 300 hingga 500 gram, atau sudah mencapai waktu pemeliharaan 4 hingga 6 bulan.

Sebelumnya, pastikan terlebih dahulu apakah kamu ingin memanen ikan sekaligus atau sebagian. Jika hanya memanen sebagian saja, saat ingin menyatukan kembali ikan yang tidak dipanen dengan ikan lainnya, pastikan untuk memberikan malachite green sebagai antimikroba bagi ikan.

Sumber : Akurat.co

Jika ingin langsung panen sekaligus, kamu bisa langsung menggunakan jaring untuk mengambil ikan. Kamu juga bisa melakukan pengeringan kolam sebagian ataupun pengeringan kolam ikan total, namun dengan tetap mengalirkan air segar sehingga ikan nila yang tersisa tidak stress ataupun mati.

Setelah terlihat ikan-ikan nila yang berkumpul di kubangan, kamu bisa langsung menyaring secara manual ikan-ikan tersebut. Setelah semua ikan diambil untuk panen, kamu bisa langsung mengulang tahapan budidaya ikan nila ini dari awal yakni mengeringkan kembali kolam tersebut dan seterusnya.

6. Penjualan Hasil Panen

Cara paling efektif yang bisa dilakukan untuk menjual ikan nila adalah bekerja sama dengan pihak pemilik tempat makan, supermarket, atau pedagang ikan eceran.

BukuKas - Pasar Ikan Segar
Sumber : Shutterstock

Kamu pun dapat mengolah sendiri ikan tersebut sebagai produk kuliner yang siap konsumsi, seperti ikan nila goreng atau ikan nila bakar. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi ketimbang menjualnya dalam bentuk mentahan, karena ada nilai tambah dari produk tersebut.

***

Jika dibandingkan dengan budidaya ikan air tawar lainnya, prospek budidaya ikan nila termasuk yang paling cerah dan mudah. Sebagaimana yang telah dijelaskan di awal bahwa biaya budidaya ikan nila relatif murah serta bisa dipanen dengan cepat, ditambah lagi harganya yang relatif stabil di pasaran.

Untuk itu, jangan tunggu waktu lebih lama lagi dan wujudkan mimpi kamu untuk menjadi seorang pengusaha ulung melalui bisnis ternak ikan nila. 

Meski demikian, bisnis apapun pada akhirnya membutuhkan konsistensi dari diri kamu sendiri. Jika proses budidaya berjalan lancar dan kamu sudah berhasil mendapatkan pelanggan, lakukan pengelolaan keuangan usaha kamu dengan baik. Kamu bisa menggunakan aplikasi digital untuk mempermudah kamu mengatur keuangan.

Artikel serupa

Leave a Comment