Blog BukuKas -Peluang Usaha dan Tips Penting Ternak Ayam Petelur

Peluang Usaha dan Tips Penting Ternak Ayam Petelur

Bisnis ternak ayam petelur sebenarnya bisa memberikan keuntungan yang menggiurkan, mengingat telur adalah salah satu komoditas bahan pokok yang selalu dibutuhkan masyarakat setiap hari. Hampir seluruh rumah tangga ataupun tempat usaha makanan menggunakan telur yang merupakan sumber protein hewani yang murah meriah. Tingginya kebutuhan masyarakat akan telur membuat sebagian orang menjalankan peluang usaha yang menjanjikan ini. Di samping itu, resiko kerugiannya bisa dibilang minim jika memang segala aspek bisnisnya dijalankan dengan baik. Meskipun menguntungkan, tetapi masih banyak orang yang enggan untuk terjun ke bisnis ini karena menganggap memelihara ayam itu bukan hal yang mudah. Ada hal-hal yang perlu dipelajari untuk menjaga agar ayam-ayam itu tetap sehat dan produktif, serta menghasilkan telur berkualitas yang layak dijual di pasaran.

Ada dua jenis usaha ternak ayam, yaitu ternak ayam petelur dan ternak ayam pedaging. Kedua jenis usaha ini memiliki peluang, tantangan dan resiko yang berbeda. 

Pelaku usaha ayam petelur tidak perlu membeli bibit lagi karena ayam-ayam itu bisa menghasilkan telur berulang kali. Lain halnya dengan peternak ayam pedaging yang kemudian harus membeli bibit lagi setelah tiba waktunya ayam-ayamnya disembelih. 

Ternak ayam petelur menggunakan ayam betina dewasa yang dapat menghasilkan telur setiap hari, yang kemudian telurnya dikumpulkan dan disortir, lalu dijual. Tingginya permintaan telur di pasaran membuat peluang usaha ayam petelur semakin besar.

BukuKas - Proses Pengambilan Telur Ayam Ternak
Sumber : Poultryshop.id

Peluang Usaha Ternak Ayam Petelur

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, konsumsi telur nasional terus meningkat dari tahun ke tahun seiring bertambahnya jumlah penduduk, sehingga kebutuhan pun meningkat. Masyarakat Indonesia membutuhkan 6.53 kilogram telur per kapita per tahun. Pada tahun 2017, konsumsi telur nasional mencapai 1.5 juta ton dan diperkirakan akan meningkat hingga 1.7 juta ton pada tahun 2021.

Beternak ayam petelur memiliki beberapa keunggulan dibandingkan ayam pedaging, yaitu dalam hal memberikan pendapatan yang lebih stabil dan masa produktif yang lebih lama. Ayam petelur cenderung memberikan pendapatan yang lebih stabil karena telur bisa dihasilkan setiap hari. Lain halnya dengan ayam pedaging yang perlu menunggu siklus setidaknya 35 hari. 

Soal masa produktif, ayam petelur bisa terus menghasilkan telur untuk jangka waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 1.5 hingga 2 tahun. Puncak produksi biasanya dapat dicapai sekitar minggu ke 90. Selama masa produktif tersebut, kamu bisa mengambil telur setiap harinya. 

Hal inilah yang membuat bisnis ayam petelur layak untuk dikembangkan. Keuntungan lainnya yaitu ketika ayam sudah tidak mampu memproduksi telur lagi, ayam tersebut bisa dijual untuk dimanfaatkan dagingnya. 

Bagaimana menentukan jenis ayam petelur yang diminati pasar? 

Tentunya yang berkualitas tinggi, dilihat dari bentuk, ruang udara dan kejernihannya. Untuk pasar yang high-class, kamu bisa memilih strain ayam yang berkualitas tinggi. Sebaliknya, jika target market kamu adalah yang standar, maka kamu bisa memilih strain biasa. Tiap strain memiliki produktivitas telur yang berbeda.

Risiko Usaha Ternak Ayam Petelur

Di balik peluang yang menjanjikan, pasti ada resiko pada setiap jenis usaha, termasuk usaha ternak ayam petelur. Ada beberapa resiko lain yang pada umumnya dihadapi para pelaku usaha ini :

1. Ayam sakit dan mati

Setiap usaha yang melibatkan makhluk hidup pasti akan dihadapkan pada resiko sakit dan kematian yang terkadang tidak terhindarkan. Kematian merupakan risiko terbesar yang bisa kamu alami jika menjalankan usaha ternak ayam petelur ini. Resiko ini dapat diminimalkan dengan melakukan berbagai upaya menjaga kesehatan ayam agar terhindar dari penyakit, terlebih yang mengancam nyawa.

2. Harga telur tidak stabil di pasaran

Risiko selanjutnya yaitu harga telur yang sering kali berubah di pasaran. Meskipun bisnis satu ini cenderung menguntungkan, harga telur itu sendiri cenderung tidak stabil sehingga bisa mendatangkan kerugian pada peternak, terlebih yang masih pemula dan skala kecil.

3. Perubahan musim yang ekstrim

Perubahan musim yang ekstrim bisa menyebabkan kerugian dalam bisnis satu ini. Sebagai contoh, di musim kemarau biasanya sering terjadi krisis pakan, terutama jagung yang membuat harga pakan melambung tinggi. Maka dari itu, jika kamu ingin melakukan bisnis budidaya ternak ayam petelur, waspadalah dengan musim-musim ekstrim.

Tips Memulai Usaha Ternak Ayam Petelur

Buat kamu yang tertarik menjalankan usaha ternak ayam petelur, berikut ini ada beberapa tips sukses untuk memulainya.

1. Persiapkan lokasi beternak

Dalam menentukan lokasi untuk membangun kandang, usahakan yang letaknya jauh dari pemukiman warga, agar bau yang disebabkan oleh kotoran ayam tidak mengganggu warga di sekitar lokasi. 

Disamping itu, kandang ayam memang sebaiknya ditempatkan di lokasi yang tidak terlalu ramai untuk mencegah terjadinya stress pada ayam, yang tentunya akan mempengaruhi kondisi fisik dan produktivitas ayam dalam menghasilkan telur, serta mencegah ayam  menjadi rentan penyakit dan menghasilkan telur yang kurang sempurna.

BukuKas - Syarat Lokasi Ternak Ayam Petelur
Sumber : Poultryshop.id

Namun, harus dipastikan bahwa lokasi beternak ini juga mudah dijangkau dengan kendaraan, untuk menjamin kelancaran proses pemantauan atau pemeliharaan ternak, serta pengangkutan telur yang diambil dari peternakan untuk dijual.

2. Persiapkan perlengkapan ternak ayam petelur

Berikut ini adalah perlengkapan yang diperlukan untuk beternak ayam petelur.

  • Kandang ayam : Ukuran kandang untuk ayam berumur 0-6 minggu adalah 1 m2 untuk 10-15 ekor anak ayam dengan suhu kandang berkisar antara 30ºC-32ºC. Suhu ini harus stabil, agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan atau stres pada anak ayam. Pada ternak ayam petelur dewasa, suhunya berkisar 32,2ºC-35ºC dengan kelembaban sekitar 60-70%.
BukuKas - Kandang Ayam Ternak Petelur
Sumber : Anakdagang.com
  • Peralatan kandang :
      • Litter (alas lantai) : Tebal litter setinggi 10 cm. Bahan litter berasal dari campuran kulit padi/sekam dengan sedikit kapur dan pasir secukupnya, atau hasil serutan kayu dengan panjang 3–5 cm sebagai pengganti kulit padi/sekam.
      • BukuKas - Alas Litter Kandang Ternak Ayam Petelur
        Sumber : Budilaksono.com
      • Tempat bertelur : Tempat bertelur dapat dibuat berbentuk kotak dengan ukuran 30 cm x 35 cm x 45 cm yang cukup untuk 4–5 ekor ayam. Kotak diletakkan di dinding kandang dengan lebih tinggi dari tempat bertengger.
      • BukuKas - Tempat Bertelur Kandang Ternak Ayam Petelur
        Sumber : Mitalom.com
      • Tempat bertengger : Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur. Dibuat tertutup agar terhindar dari angin dan letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.
      • BukuKas - Tempat Bertengger Kandang Ternak Ayam Petelur
        Sumber : Pertanianku.com
      • Tempat pakan, minum,dan tempat grit : Tempat pakan dan minum harus tersedia cukup. Dibuat dari bambu, aluminium atau apapun asalkan kuat, tidak bocor, dan tidak berkarat. Untuk tempat grit dengan kotak khusus, tergantung pada umur ayam. Kamu dapat menggantinya dengan memanfaatkan teknis otomatis yang menggunakan mesin.
      • BukuKas - Tempat Pakan Ternak Ayam Petelur
        Sumber : Alat-kandang.com
      • Alat pemanas : Pemanas atau brooder berguna untuk memberikan kehangatan pada ayam. Kamu dapat membuatnya dengan membuat lingkaran setinggi 30-45 cm dengan jari-jari 350 cm, atau model persegi panjang berukuran 5 m x 6 m dan menggantungkan pemanas di ketinggian 80-120 cm dari permukaan tanah.
BukuKas - Alat Pemanas Untuk Ternak Ayam Petelur
Sumber : Majalahinfovet.com

3. Pemilihan Anakan atau Bibi

Memilih anakan atau bibit merupakan hal yang harus diperhatikan karena menjadi salah satu kunci sukses ternak ayam petelur ini. Belilah bibit dari penjual yang dapat dipercaya, yang mengembangbiakkan ayam dari indukan yang unggul, sehingga akan menghasilkan bibit yang tumbuh normal, sehat, tanpa cacat sama sekali. 

Secara fisik, bibit yang bagus seperti ini bisa terlihat dari bulunya yang menutup rata badannya. Dengan memastikan hal ini pada bibit ayam petelur, maka telur ayam yang dihasilkan akan memiliki kualitas yang bagus. 

BukuKas - Banner CTA Download BukuKas

Ciri-ciri lain dari anakan yang baik selain bulu yang menutup rata dan halus serta tidak ada cacat tubuh, yaitu ukuran badannya normal dengan berat yang ideal sesuai usianya, nafsu makan baik, serta tidak terdapat feses (kotoran) di duburnya. 

Bibit ayam biasanya dikenal dengan sebutan DOC atau Day-Old Chick, yaitu anak ayam yang baru lahir. DOC sebaiknya diberi vaksin agar terbebas dari penyakit. Harga DOC di pasaran biasanya berkisar Rp 900,000 per 100 ekor. 

Pada umumnya ada dua jenis/ras ayam yang digunakan peternak ayam petelur, yaitu ayam petelur coklat dengan ukuran telur yang lebih besar, dan ayam petelur putih dengan ukuran telur yang lebih kecil. Dua jenis telur tersebut sama saja jika dilihat dari kandungan gizinya. Berikut ini adalah perbedaan antara dua jenis ayam tersebut:

  • Ayam Ras Petelur Putih : Tipe ayam yang menghasilkan warna cangkang telur berwarna putih. Badannya lebih ramping, kurus, mungil, kecil, dan matanya lebih bersinar. Berasal dari galur murni white leghorn, bulu berwarna putih bersih, dan berjengger merah.
BukuKas - Ayam Ras Petelur Putih
Sumber : Pixabay.com
  • Ayam Ras Petelur Coklat : Tipe ayam yang memiliki berat badan yang lebih ketimbang tipe ayam ras petelur putih. Tetapi, ayam ini memiliki bobot badan yang lebih ringan dibandingkan dengan ayam pedaging (broiler). Bulunya berwarna coklat dan menghasilkan cangkang telur dengan warna coklat.
BukuKas - Ayam Ras Petelur Coklat
Sumber : Alatternakayam.com

4. Penyiapan dan Pemberian Pakan

Jika ingin ayam petelur kamu menghasilkan telur yang berkualitas, selain harus berasal dari anakan yang sehat, juga harus diberi pakan yang berkualitas yaitu yang mengandung protein, karbohidrat, mineral, kalsium, serta vitamin untuk memenuhi kebutuhan ayam. Kamu bisa memberikan pakan kepada ayam dalam bentuk konsentrat, dedak dan jagung yang telah digiling.

Namun, harus diperhatikan pula bahwa ayam tidak bisa mendapatkan pakan yang berlebih, karena akan membuatnya mengalami penumpukan lemak yang berakibat pada kemampuan memproduksi telur. Jadi, usahakanlah untuk selalu memberi pakan dengan kandungan gizi dan takaran yang tepat sesuai usia ayam.

5. Pemeliharaan Kesehatan

Menjaga kesehatan ayam petelur dilakukan dengan pemberian vitamin dan vaksin secara rutin, agar kekebalan tubuhnya meningkat sehingga tidak rentan penyakit. 

Hal lainnya dalam pemeliharaan kesehatan ayam petelur yaitu dengan memelihara kebersihan kandangnya. Kandang harus dibersihkan secara berkala untuk mencegah kotoran ayam menumpuk. Gunakan desinfektan agar kandang lebih bersih.

6. Pemilihan Telur

Pada umumnya bibit ayam petelur baru akan mulai bertelur di usia 4 bulan. Jika ayam dalam kondisi normal dan sehat, ayam tersebut akan mampu menghasilkan telur setiap hari. Setelah mengumpulkan telur, sebaiknya jangan langsung dijual, tetapi perlu disortir terlebih dahulu untuk memisahkan telur yang tidak normal. 

Telur yang tidak normal memiliki ukuran yang lebih kecil atau lebih besar dari telur biasa. Ada pula yang bentuknya cenderung lebih gepeng atau lonjong. Jadi, pastikan untuk selalu menyortir telur yang terkumpul agar hanya  telur yang berkualitas saja yang kamu jual di pasaran.

***

Menjalankan usaha ternak ayam membutuhkan kesabaran serta keterampilan yang perlu dipelajari untuk memelihara ayam-ayam tersebut, serta kegigihan untuk menghadapi segala kesulitan dan resiko agar usaha ini bisa berkembang dan memberikan keuntungan yang menjanjikan.

Artikel serupa

4 Comments

Leave a Comment