Blog BukuKas - Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang dan Tips Sukses Memulainya

Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang dan Tips Sukses Memulainya

Air minum merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang utama, karenanya harus selalu terpenuhi. Namun sayangnya, tidak semua air yang tersedia bisa menjadi bersih, higienis, serta memenuhi persyaratan untuk diminum. Maka tak heran jika banyak masyarakat yang menggunakan air galon atau air dalam kemasan untuk kebutuhan air minum mereka sehari-hari, selain untuk alasan kepraktisan. Namun, jika harus selalu membeli air galon tentu harganya cukup mahal sehingga tak sedikit yang kemudian membeli air isi ulang. Kondisi ini tentu menjadi peluang yang prospektif bagi usaha depot air minum isi ulang. Bahkan sekarang, banyak para pemilik usaha air isi ulang yang menawarkan paket kemitraan atau franchise bagi masyarakat yang ingin berkecimpung dalam bisnis ini. Simak peluang usaha dan tips suksesnya di artikel berikut ini.

BukuKas - Download Aplikasi BukuKas

Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang

Usaha air minum isi ulang merupakan usaha yang mudah untuk dijalankan, namun juga menjanjikan mendapat keuntungan melimpah, terlebih lagi dengan semakin minimnya ketersediaan air bersih, terutama di kota-kota besar, baik karena pencemaran, karena semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akibat pertambahan populasi, dan sebagainya.

Selain itu, tak bisa dipungkiri bahwa masyarakat ingin sesuatu yang serba praktis dan cepat, sehingga dalam hal ini mereka akan lebih memilih membeli air yang siap diminum ketimbang harus menampung air dan merebusnya sendiri, belum lagi harus menunggu sampai air tersebut dingin dan bisa diminum. Sangat tidak praktis dan butuh waktu. Padahal sudah tersedia depot yang menyediakan air yang layak minum dan bisa langsung ditempatkan di dispenser.

Air minum dalam kemasan galon dengan merek yang sudah ternama harganya belasan ribu rupiah. Bagi, sebagian orang, mungkin harga ini terlalu mahal, terlebih karena air minum dibutuhkan dalam jumlah banyak. Maka muncul lah usaha depot air minum isi ulang yang menawarkan harga yang lebih murah ketimbang air minum galon bermerek terkenal.

Dengan kondisi yang demikian, menjalankan usaha air isi ulang menjadi peluang besar bagi para pebisnis. Bahkan jika ditelusuri lebih jauh lagi, usaha air minum isi ulang ini sekarang tak hanya di perkotaan saja, namun bahkan juga sudah menyebar ke daerah pinggiran kota.

Walaupun usaha ini sudah mulai banyak dilakoni, namun peluangnya masih tetap menjanjikan, terlebih lagi jika lokasinya strategis dan didukung dengan kualitas air minum yang selalu terjaga, serta upaya manajemen usaha dan promosi yang dilakukan dengan baik sehingga bisa tetap berkembang di tengah persaingan.

Bahkan, sekarang sudah banyak tersedia sistem franchise atau kemitraan untuk usaha air minum isi ulang ini. Dengan demikian, para pemula yang memiliki modal yang mencukupi dan ingin lebih mudah dan praktis dalam menjalankan usaha ini, bisa berbisnis dengan sistem ini.

Keunggulan dan Tantangan Usaha Depot Air Minum

Walaupun harus mengeluarkan modal yang lumayan besar, seorang pemilik usaha air minum isi ulang bisa mendapatkan keuntungan yang menjanjikan. Jika dihitung secara kasar, dengan menjual sekitar 50 galon per hari, omset per bulan bisa mencapai jutaan rupiah. Lantas, sebenarnya apa saja keunggulan bisnis depot air minum dibanding bisnis lainnya?

1. Bukan bisnis musiman

Jelas bahwa bisnis air minum isi ulang bukan merupakan bisnis musiman, yang bisa mendulang keuntungan banyak pada periode tertentu saja. Usaha ini akan terus dicari konsumen karena masyarakat selalu membutuhkan air minum. Karena itulah, bisnis ini sangat mungkin memiliki umur panjang.

2. Keuntungan yang menjanjikan

Menjalankan bisnis air isi ulang memberikanmu peluang untuk mendapatkan keuntungan yang menjanjikan, yang terpenting adalah memiliki tekad yang kuat dan keberanian, serta perencanaan yang matang untuk memulai usaha.

3. Tidak butuh keahlian khusus

Usaha depot air minum ini tak membutuhkan keahlian khusus, jadi tentu saja mudah sekali untuk dijalankan. Selain itu, yang sering terjadi adalah konsumen yang mencari, baik dengan menghubungi maupun datang langsung ke depot karena mereka membutuhkan air minum. Namun, alangkah baiknya jika pemilik usaha dapat menyediakan layanan yang memudahkan konsumen, misalnya layanan pengiriman ke alamat konsumen.

4. Bisa dijalankan bersamaan dengan usaha jualan lain di satu tempat

Banyak usaha air minum isi ulang juga menyediakan berbagai kebutuhan lain untuk konsumen, misalnya sembako, gas elpiji, pulsa, dan sebagainya, sehingga usaha tersebut memiliki potensi keuntungan yang lebih besar karena bisa dijalankan bersamaan dengan usaha lain.

5. Tidak membutuhkan tempat yang luas

Untuk memulai usaha depot air tak membutuhkan tempat yang terlalu luas, hanya perlu satu ruang kecil di depan rumah untuk menempatkan mesin isi ulang air. Jadi bisa dikatakan usaha ini tidak membutuhkan banyak biaya untuk sewa tempat, karena bisa dilakukan di rumah sendiri. Hanya dengan sedikit penataan dan perbaikan, ruangan kecil di rumahmu akan menjadi depot air yang siap melayani pelanggan.

Namun dalam usaha ini juga ada beberapa tantangan, antara lain :

  • Modal yang lumayan besar, yaitu sekitar Rp 45 juta. Modal sejumlah ini dibutuhkan untuk usaha dengan sistem franchise untuk penyediaan peralatan dan sebagainya. Beberapa jenis biaya bisa bervariasi, terutama jika daerahnya berbeda, misalkan biaya sewa lokasi usaha.
  • Konsumen sangat peka dengan kualitas air minum isi ulang. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu menumbuhkan kepercayaan konsumen bahwa air isi ulang tersebut memang layak untuk diminum, dengan memenuhi semua persyaratannya.

Tips Memulai Usaha Depot Air Minum Isi Ulang

Berikut ini adalah tips bagi pemula untuk membuka usaha depot air minum agar laris dan menghasilkan banyak keuntungan.

1. Siapkan lokasi usaha

Hal pertama yang perlu kamu lakukan ketika ingin membuat depot air minum isi ulang adalah dengan menentukan lokasi yang tepat terlebih dahulu. Sebaiknya memilih tempat usaha yang ramai dan strategis, seperti lingkungan UMKM, dekat kos-kosan para pekerja pabrik, dekat kos-kosan dll. Jika rumahmu sendiri berada di lokasi semacam ini, maka kamu cukup menyiapkan ruangan dan melakukan sedikit penataan untuk memulai usaha ini di rumah.

2. Mengurus perizinan

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam bisnis air minum isi ulang adalah kelayakan air minum. Apakah air minum tersebut memenuhi persyaratan layak atau tidak berdasarkan standarisasi yang ditetapkan dalam peraturan yang berlaku, dalam hal ini adalah Peraturan Menteri Kesehatan serta berbagai ketentuan lainnya. Oleh karena itu, kamu yang berminat menjalankan usaha ini wajib mencari tahu mengenai aturan perizinan serta aspek legalitas lainnya agar kelak usaha kamu mampu menumbuhkan kepercayaan konsumen dan akan terhindar dari masalah hukum.

3. Menentukan Sumber Mata Air

Menentukan sumber mata air ketika ingin membuka bisnis air isi ulang adalah penting untuk diperhatikan. Apakah kamu akan memilih sumber mata air pegunungan dengan kualitas tinggi, atau dari PDAM. Dalam hal ini tentu air pegunungan lebih mahal. Karena itulah, untuk mempermudah para pelaku usaha di bidang ini, sudah banyak perusahaan yang menawarkan sistem franchise atau kemitraan.

4. Menyiapkan modal dan peralatannya, serta mempekerjakan karyawan

Untuk membangun bisnis air minum isi ulang, kamu harus menyiapkan modal dan berbagai peralatan alat yang akan digunakan nanti. Selain itu kamu juga harus menyiapkan galon, motor untuk transportasi antar jemput, juga mempekerjakan karyawan untuk layanan pengiriman.

5. Menawarkan langsung kepada konsumen

Kamu bisa menawarkan kepada konsumen langsung kepada konsumen di sekitar tempat usaha, misalnya dengan membuat banner atau spanduk agar masyarakat sekitar dan orang-orang yang melewati lokasi usaha ini mengetahui keberadaan depot air minum ini. Kamu juga bisa memasang surat izin dinasmu dengan frame di dinding lokasi usaha untuk meyakinkan konsumen bahwa usaha ini berizin dan air yang disediakan memang layak untuk diminum. Usahakan membuat spanduk yang mudah terlihat dan mudah dibaca walaupun hanya selintas, supaya konsumen tertarik dan akhirnya membeli air minum isi ulang di tempat ini.

6. Menyediakan peminjaman galon gratis

Jika kamu adalah depot air isi ulang pertama di lingkunganmu, kamu bisa menyediakan peminjaman galon secara gratis untuk para konsumen di awal, sebab harga galon tidak murah bagi sebagian masyarakat, bisa berkisar hingga Rp 100 ribuan.

7. Menjalankan upaya promosi secara online

Karena zaman kini semakin maju, maka para pelaku usaha juga harus aktif untuk promosi secara online. Usaha depot air minum isi ulang pun bisa dipromosikan secara online, misalnya saja promosi melalui aplikasi komunikasi WhatsApp dan media sosial seperti Facebook dan Instagram. Bisa juga dipromosikan dengan iklan di website.

BukuKas - Download Aplikasi BukuKas

Perkiraan Modal dan Perhitungan Laba Usaha Depot Air Minum

Berikut ini adalah perkiraan modal usaha depot air minum isi ulang. Perkiraan ini didapatkan dari suatu usaha air minum isi ulang dengan sistem franchise. Modal awal ini digunakan untuk penyediaan hal-hal berikut :

  1. Kebutuhan peralatan mesin depot air minum isi ulang 
  2. Kelengkapan pendukung atau penunjang produksi
  3. Keperluan administrasi dan investaris
  4. Biaya operasional di bulan pertama 
  5. Keperluan lain-lain

BukuKas - Mesin Depot Air Minum Isi Ulang

Total modal yang dibutuhkan untuk lima hal tersebut adalah sekitar Rp 45 juta.

Berdasarkan data dari Asosiasi Depot Air Minum (ASDAM) di suatu daerah, biasanya para pelaku usaha ini bisa menjual sampai 40 galon dalam keadaan cuaca tidak mendukung, misalkan pada musim hujan. Namun, pada saat musim panas, penjualan bisa di atas 100 galon per hari, bahkan ada pula yang bisa mencapai lebih dari 200 galon dalam satu hari.

Dari data tersebut, kita bisa menghitung jumlah pengeluaran dengan asumsi pendapatan paling sedikit, yaitu 40 galon per hari, dengan harga per galon Rp 6.000. Rinciannya adalah seperti dibawah ini :

Pendapatan

  • Hasil Penjualan Air (40 galon X Rp 6.000 X 30 hari (1 bulan) = Rp. 7.200.000,-

Pengeluaran

  • Volume Air per galon adalah 19 liter, ditambah 1 liter air yang kita gunakan untuk membilas / mencuci galon, sehingga total air yang kita gunakan adalah 20 Liter X @Rp. 40 per liter (Air yang dibeli dari supplier air tangki sumber pegunungan setempat)
    • Rp 40 per liter x 20 liter = Rp. 800
    • Rp 800 x 40 galon x 30 Hari = Rp 960.000Tutup Galon (40 pieces per hari x Rp 100) x 30 Hari = Rp 120.000
  • Tissue antiseptic galon (40 pieces per hari x Rp 100) x 30 Hari = Rp 114.000
  • Listrik 500 Watt  per bulan = Rp 80.000
  • Gaji Karyawan Rp 1.200.000 per bulan (dengan asumsi hanya mempekerjakan 1 orang karyawan di awal usaha) = Rp 1.200.000
  • Uang Makan untuk karyawan Rp 25.000 x 30 Hari = Rp 750.000
  • Biaya lain-lain, seperti maintenance atau perawatan alat depot yang harus diganti filternya setiap bulan = Rp 100.000

Total pengeluaran = Rp 3.324.000

Laba bersih per bulan (Pendapatan – Pengeluaran) = Rp 3.876.000

Strategi dan Kunci Sukses Usaha Depot Air Minum Isi Ulang

Keberhasilan dalam menjalankan usaha ini sangat tergantung pada kualitas air minum, harga per galon, pelayanan yang baik dan ramah kepada konsumen, serta lokasi usaha yang strategis. Jika hal ini sudah bisa terpenuhi, maka kamu bisa berpeluang besar untuk berhasil. Selain itu, jangan ragu untuk memberikan bonus galon isi ulang untuk para pelanggan yang sudah membeli dalam jumlah dan frekuensi tertentu, misalkan 10 kali pembelian, dengan menyerahkan bukti struk pembelian. 

Beberapa strategi lainnya yang bisa diterapkan antara lain :

  1. Menjaga kualitas produk dengan memilih sumber air yang baik
  2. Menonjolkan keunggulan produk kamu dibandingkan para pesaing
  3. Memberikan inovasi dalam layanan
  4. Menjaga kebersihan tempat usaha dan kemasan air isi ulang untuk mencegah kontaminasi bakteri
  5. Menyempurnakan bentuk atau desain kemasan
  6. Rajin melakukan promosi secara online maupun offline
  7. Melayani pelanggan dengan baik

Satu hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan pembukuan keuangan usaha dengan baik. Untuk memaksimalkan manajemen usaha kamu, saat ini telah tersedia aplikasi pembukuan keuangan yang gratis serta praktis untuk digunakan. Berbagai fitur yang tersedia dalam aplikasi ini akan memudahkan kamu mengelola usaha yang kamu jalankan di mana saja dan kapan saja, karena semua bisa dilakukan melalui handphone kamu.

Artikel serupa

1 Comment

Leave a Comment