Blog BukuKas - Peluang Usaha Jualan Beras dan Tips Sukses Memulainya

Peluang Usaha Jualan Beras dan Tips Sukses Memulainya

Nasi merupakan makanan pokok sebagian besar masyarakat di Indonesia. Kebiasaan masyarakat Indonesia mengkonsumsi nasi membuat bisnis beras menjadi peluang usaha yang bagus. Bahkan, tingkat penjualan beras di Indonesia tergolong sangat tinggi dibanding negara-negara lain di Asia. Dengan terus meningkatnya permintaan beras di pasaran, usaha berjualan beras kemasan pun menjadi salah satu bisnis yang memiliki prospek yang cerah. Bagaimana sebenarnya peluang usaha beras ini dan tips bagi pelaku usaha pemula yang tertarik menjalankannya? Simak penjelasannya di artikel berikut ini.

BukuKas - Download Aplikasi BukuKas

Peluang Usaha Jualan Beras

Indonesia merupakan negara agraris yang masyarakatnya banyak yang bermata pencaharian sebagai petani, dan beras adalah salah satu komoditas pertanian yang utama. Beras menjadi salah satu bahan makanan pokok bagi masyarakat di negeri ini. Sebagian besar orang sangat tergantung pada nasi sebagai makanan sehari-hari, sampai-sampai banyak yang beranggapan bahwa pengertian makan yang sebenarnya, yang dilakukan 3 kali sehari, adalah makan nasi. “Kalau belum makan nasi ya berarti belum makan..” Begitulah ungkapan yang sering kita dengar. 

Keadaan ini membuat usaha jual beli beras jadi ide bisnis yang sangat menjanjikan dan bisa berpeluang sebagai sumber pendapatan untuk jangka panjang. Seolah tidak terpengaruh dengan naik turunnya harga beras, kebutuhan pokok yang satu ini pasti akan meningkat permintaan pasarnya dicari seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Selama masyarakat masih menjadikan nasi sebagai makanan pokok, pelaku usaha ini tidak akan kehilangan konsumen.

Tingginya permintaan beras di pasaran membuat produsen beras kini lebih memperhatikan bagaimana cara menjalankan usaha beras supaya lebih efisien dalam memenuhi permintaan pasar terhadap produk sembako ini.

Usaha ini pun bisa dimulai bisa dari skala rumahan, di mana banyak konsumen yang potensial di sekitar rumah, dimulai dari tetangga sekitar hingga yang berbeda area pemukiman. Jika usaha ini sukses berkembang, pelaku usaha bisa memasok ke toko sembako. Bentuk lain dari pengembangan usaha ini adalah dengan membeli langsung dari Bulog, mengemas kembali dengan brand sendiri secara lebih menarik agar brand tersebut dikenal konsumen. Pelaku usaha ini pun bisa menjadi pemasok beras untuk usaha kuliner, termasuk katering, warung nasi, dan sebagainya.

Tips Sukses Memulai Usaha Jualan Beras

Untuk memulai usaha menjual beras, berikut beberapa tips untuk memulainya agar bisnis berkembang dengan sukses.

1. Mempersiapkan modal dan lokasi usaha

Bisnis berjualan beras bisa dilakukan secara grosir maupun eceran. Berikut ini adalah contoh perkiraan modal untuk usaha grosir.
Biaya Investasi :

  • Belanja stok 20 karung beras Rp 4 jutaan

Satu karung beras umumnya seberat 20 kg sampai 50 kilogram. Misalkan harga satu karung beras 20 kg sekitar Rp 220.000, dengan asumsi harga beras Rp 11.000 per kilogram. Apabila kamu menyetok 20 karung di toko grosir beras maka diperlukan biaya modal sebesar Rp 4,4 juta.

  • Sewa lokasi usaha Rp 10 jutaan

Lokasi merupakan salah satu hal yang menentukan keberhasilan usaha beras. Pastikan lokasi toko beras kamu berada di daerah yang strategis, mudah dijangkau dari berbagai arah dan mudah dilihat banyak orang, misalnya di pinggir jalan raya yang ramai oleh lalu lintas manusia, dekat perumahan warga yang padat, dan lain sebagainya. Namun jika rumah kamu berada di tempat strategis seperti itu, maka sangat bagus untuk buka usaha beras di depan rumah, sehingga menghemat pengeluaran untuk biaya sewa lokasi.

  • Belanja kursi, meja, literan, wadah beras, timbangan dan peralatan usaha lainnya Rp 2 jutaan

Maka estimasi total biaya investasi usaha grosir beras sebesar Rp 16 juta.

Biaya Operasional

  • Upah karyawan

Untuk memudahkan usaha beras agar berjalan lancar, maka kamu bisa merekrut karyawan bagian angkut barang atau penjaga toko. Pastikan orang yang kamu rekrut adalah orang yang bekerja keras, jujur dan cekatan. Mungkin kamu bisa mempekerjakan tetangga atau kerabat yang membutuhkan pekerjaan. Upah karyawan sekitar Rp 2 juta per bulan, dengan asumsi karyawan hanya 1 orang.

  • Biaya telepon, air dan listrik sekitar Rp 500 ribu per bulan
  • Biaya transportasi dan biaya tak terduga sekitar Rp 1 juta

Estimasi total biaya operasional usaha grosir beras sekitar Rp 3,5 juta per bulan.

2. Memahami seluk beluk usaha sembako

Sebelum berpikir untuk terjun ke dunia jual beli beras, ada baiknya kamu mencari informasi dan pengetahuan terkait mengelola bisnis sembako. Banyak yang berpikir ingin memulai bisnis makan pokok orang Indonesia ini, dengan menjadi produsen beras itu sendiri. Namun jika hal tersebut dirasa masih sulit, misal karena modal dan kemampuan lainnya masih terbatas, tidak ada salahnya untuk mengambil dari agen atau distributor terpercaya. Hal itu dilakukan untuk sebagai salah satu solusi agar beras yang disimpan tidak berada terlalu lama dalam gudang, yang pada akhirnya malah akan menyebabkan kerugian.

3. Menentukan target pasar

Target pasar merupakan hal penting yang harus dipikirkan sebelum memulai sebuah usaha. Demikian juga ketika memulai bisnis jual beli beras ini, karena jika kita menjual suatu produk tanpa mengetahui pasaran yang akan dituju, maka kesuksesan bisnis ini tidak akan maksimal.

Fokus terhadap kelompok tertentu yang menjadi target pasar adalah sebuah keharusan, yang akan menjadi landasan tepat untuk berekspansi ke segmen pasar lainnya.

Menentukan target market juga akan membuat kamu dapat mengenal pembeli lebih jauh lagi, dan akan memudahkan dalam menyusun strategi marketing dan memperbesar peluang terjadinya penjualan.

Fokuslah dalam membidik target pasar, contohnya masyarakat sekitar. Pada tahap awal, sebaiknya kamu tidak terlalu memikirkan banyak keuntungan terlebih dahulu, tetapi sebisa mungkin mencari pelanggan yang mau membeli produk tersebut. Fokus pada orang-orang di lingkungan terdekat dan buatlah mereka menjadi pelanggan tetap.

4. Menentukan jenis beras yang akan dijual

Semakin lengkap jenis beras yang kamu tawarkan, semakin besar juga kamu mendapatkan kesempatan untuk menarik pelanggan. Biasanya, pelanggan tidak hanya mencari beras biasa yang berkualitas, terkadang ada juga pelanggan yang mencari beras organik untuk kesehatan, beras merah, beras hitam, dan sebagainya.

Jadi, pastikan sebelum kamu membuka usaha jual beli beras, kamu ketahui terlebih dulu jenis beras apa yang ingin kamu jual. Kamu bisa menentukannya dengan mengenal tipe konsumen yang ditargetkan. Misalnya, di sekitar lokasi kamu adalah kalangan kelas atas yang mementingkan kesehatan, kamu bisa menjual beras organik atau beras merah. 

Saat ini banyak sekali jenis beras yang beredar di pasaran dengan kualitas yang beragam. Mulai dari beras dengan kualitas rendah hingga jenis beras dengan kualitas terbaik. Untuk menjadi penjual beras, kamu harus pandai memilih jenis beras dan sebisa mungkin tidak hanya menjual satu jenis beras saja. Sediakan beberapa jenis yang sesuai dan permintaanya tinggi, kualitas standar dan premium.

Sekarang banyak beras yang beredar di pasaran dengan kualitas di bawah standar. Oleh karena itu, kamu harus lebih teliti. Jangan hanya tergiur dengan harga yang murah dari supplier, tetapi perhatikan kualitas beras yang akan dijual.

5. Mencari supplier yang terpercaya

Kamu harus mencari supplier atau pemasok beras yang terpercaya, yang menawarkan kualitas terbaik dengan harga yang sesuai. Selain itu, supplier yang bekerjasama dengan kita sebaiknya yang bisa konsisten dan bertanggung jawab mengenai waktu dan jumlah pasokan, sehingga usaha penjualan beras bisa berjalan lancar.

BukuKas - Download Aplikasi BukuKas

6. Mempersiapkan kemasan dan alat penakar beras

Kemasan adalah salah satu faktor penting dalam menjalani suatu usaha, karena kemasan adalah yang hal dilihat pertama kali terlihat oleh konsumen sebelum membeli beras. Kemasan sebaiknya tidak hanya menarik, tetapi juga memperhatikan faktor penting lainya. termasuk menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan tidak mudah rusak.

Sebelum mengemas beras, terlebih dahulu persiapkan alat takar atau timbangannya agar takarannya pas dan sesuai dengan apa yang tertulis di luar kemasan beras. Penyediaan alat takar yang memadai juga akan membuat konsumen percaya bahwa usaha jual beli ini dilakukan dengan jujur.

7. Mengelola stok beras dengan benar

Hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah pengelolaan stok beras. Kamu perlu mengetahui berapa lama beras akan bertahan lama, sehingga setiap permintaan beras oleh konsumen akan terpenuhi dengan kualitas yang masih baik pula. Berlakukan pula sistem first in first out, sehingga beras yang lebih dulu berada di dalam tempat penyimpanan harus lebih dulu keluar atau terjual. 

Selain mengetahui berapa lama beras akan bertahan, penjual beras juga harus lebih pandai memperhitungkan seberapa banyak beras yang harus disimpan Dengan mempelajari cara mengelola stok penyediaan beras, maka kamu bisa meminimalisir adanya kemungkinan beras tidak terjual atau kemungkinan beras terlalu lama disimpan sehingga kualitas beras menurun.

8. Menjalankan strategi pemasaran, pengaturan harga dan keuntungan

Bisnis beras juga membutuhkan pemasaran yang bagus, biasanya untuk pemasaran bisnis ini, kamu bisa melakukannya secara word of mouth atau promosi dari mulut ke mulut. Kamu juga bisa memberikan satu hadiah bagi pelanggan yang loyal. Misalnya dengan membeli beras 25 Kg bisa mendapatkan bonus produk sembako lainnya, dan sebagainya.

Penting juga untuk melakukan pengaturan harga, karena konsumen tidak hanya ingin membeli beras yang berkualitas, namun juga mempertimbangkan apakah harganya sesuai.

Selain pelayanan, harga beras yang terjangkau dan berkualitas sudah pasti menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembeli. Untuk itu cobalah untuk selalu memantau harga yang diberikan oleh kompetitor. Jangan hanya karena ingin memiliki banyak pelanggan lalu kamu melupakan kualitas.

Dalam hal ini, lakukan juga perhitungan keuntungan secara seksama. Sebaiknya jangan mengambil untung terlalu besar, karena semakin banyak keuntungan yang diperoleh maka semakin tinggi pula harga jual ke konsumen.

Jika harga jual terlalu tinggi, konsumen akan berpikir 2 kali sebelum membeli produk tersebut.

9. Menjaga kualitas beras dan pelayanan pada konsumen

Kamu harus selalu memastikan kualitas barang dari supplier. Beras yang dibutuhkan bukan saja yang putih, pulen, bersih dan bebas kutu, namun juga harus berkualitas.

Selain kualitas beras yang dijual, kualitas pelayanan adalah elemen kunci pada kesuksesan bisnis, seperti pelayanan cepat dan tanggap, mau mendengarkan keluhan pelanggan, bersedia sabar saat menghadapi pelanggan, dan jika perlu meminta kritik dan saran terhadap produk yang dijual. Hal ini akan membuat konsumen merasa lebih dihargai, bahkan hal ini membuat konsumen bisa menjadi pelanggan tetap.

10. Berinovasi dan mengembangkan peluang kerjasama

Salah satu kunci kesuksesan adalah inovasi. Dengan melakukan hal-hal baru, kamu bisa melakukan beberapa perbaikan, atau peningkatan terhadap usaha yang mereka lakoni saat ini.  Tawarkan promo – promo menarik atau potongan harga yang akan menarik pembeli, dan berikanlah pelayanan yang terbaik. Hal lain yang bisa dilakukan adalah membagikan kupon kepada pelanggan yang bisa ditukar ketika sudah terkumpul banyak. 

Usahakan juga untuk membuka peluang kerjasama antar seller, agen distributor beras, dan supplier beras terpercaya. Dengan banyaknya peluang kerja sama ini, kamu bisa lebih mudah mengembangkan bisnis, sekaligus menggali potensi pihak yang diajak bekerjasama.

***

Itulah langkah-langkah sederhana jika kamu ingin memulai bisnis jual beli beras. Jangan lupa untuk selalu konsisten dan inovatif agar bisnis jual beli beras ini bisa terus bertahan. Selain itu, ikuti perkembangan teknologi terkini karena teknologi tersebut akan memudahkanmu dalam menjalankan bisnis dan kamu bisa meraup keuntungan yang maksimal. Salah satu pemanfaatan teknologi adalah dengan berpromosi dan berjualan secara online, serta dengan memanfaatkan aplikasi pembukuan keuangan usaha. Dengan aplikasi ini, kamu bisa mengelola usaha kamu secara lebih mudah dan terorganisir.

Artikel serupa

Leave a Comment