Blog BukuKas - Peluang Usaha Warung Nasi dan Tips Sukses Memulainya

Peluang Usaha Warung Nasi dan Tips Sukses Memulainya

Usaha warung nasi atau warung makan yang menyajikan berbagai menu sayuran dan lauk pauk merupakan salah satu usaha kuliner yang menguntungkan. Bagaimana tidak, makanan adalah kebutuhan pokok kita. Setiap hari, semua orang perlu makan, dan tentunya dengan menu yang berbeda agar tidak bosan. Bagi mereka yang sibuk dengan berbagai rutinitas dan tidak sempat memasak sendiri di rumah, membeli makanan di warung makan adalah solusinya. Karena itulah, usaha ini berpeluang bagus untuk dijalankan. Bagaimana tips sukses memulai usaha warung nasi dan perkiraan rincian modalnya? Baca selengkapnya di bawah ini ya.

BukuKas - Download Aplikasi BukuKas

Peluang Usaha Warung Nasi

Tempat makan yang menyajikan berbagai pilihan masakan rumahan di banyak tempat biasanya selalu ramai didatangi pelanggan, apalagi di saat jam makan siang, mulai dari yang berupa tenda pinggir jalan, warung kecil, hingga rumah makan.

Asalkan harganya sesuai, penyajian dan rasanya tidak mengecewakan, serta pelayanannya ramah, para pelanggan pasti akan datang kembali. Terlebih lagi jika di suatu daerah tidak terdapat usaha kuliner yang serupa, maka bisa dipastikan tempat makan tersebut akan diserbu pembeli.

Selain itu, jenis masakan di warung nasi biasanya sangat beragam, baik sayuran maupun lauk pauknya, sehingga bisa menyesuaikan dengan selera pelanggan yang berbeda-beda.

Tempat makan seperti ini terdapat di berbagai lokasi, termasuk di jalan besar yang ramai dilalui kendaraan hingga di jalan yang lebih kecil di sekitar pemukiman padat, terutama di daerah yang banyak terdapat tempat kost untuk mahasiswa maupun pekerja. Mereka inilah target potensial untuk menjadi pelanggan tetap yang datang setiap hari, walaupun ada pula jenis pelanggan lainnya, termasuk mereka yang sudah berumah tangga tetapi tidak punya waktu untuk memasak. Inilah peluang usaha yang bisa dimanfaatkan.

BukuKas - Usaha Warung Nasi

Kelebihan Usaha Warung Nasi

  • Bisa dimulai dengan modal minim

Untuk menjalankan usaha warung nasi, memulainya dengan modal yang kecil pun bisa. Selain itu, bisa juga dibuat dengan tambahan desain interior sederhana untuk menambah daya tarik calon pengunjung.

Mengenai lokasi, jika rumah kamu berada di pinggir jalan raya atau di dekat keramaian dan terdapat tempat yang memungkinkan untuk dibuat warung nasi, seperti teras, kamu bisa manfaatkan sebagai lokasi usaha. Tentu dengan cara tersebut kamu bisa menghemat biaya untuk sewa lokasi.

Jika memang harus menyewa tempat, maka pilihlah tempat dengan harga sewa terbaik, sebanding dengan strategis atau tidaknya tempat tersebut. Dengan modal yang relatif kecil saat mulai dijalankan, keberlangsungannya bisa bersifat jangka panjang dengan potensi untung yang besar, karena setiap orang membutuhkan makanan, sehingga keberadaan warung makan dapat membantu mereka dalam urusan makan sehari-hari, mulai dari sarapan pagi hingga makan malam. Ini yang menjadikan warung makan diminati banyak orang.

  • Bisa menjangkau pelanggan dengan kemampuan ekonomi dan selera yang beragam

Warung nasi biasanya memiliki berbagai masakan dengan harga yang terjangkau untuk masyarakat kelas menengah. Apalagi jika kita bisa menyajikan menu makanan dengan harga murah, kualitas baik, dan banyak pilihan jenis sayur dan lauk pauk, pasti banyak pelanggan akan tertarik.

Di kota-kota besar, di mana banyak penduduk pendatang yang menetap untuk kuliah maupun bekerja, keberadaan warung makan memiliki peluang yang bagus, karena kebanyakan dari mereka tinggal di rumah kost dan jarang memasak. Dengan strategi yang baik, pemilihan lokasi yang cocok, menu yang disajikan berkualitas, ramahnya pelayanan, akan menjadi modal yang tepat untuk menarik banyak pelanggan.

Tips Sukses Usaha Warung Nasi

Untuk memulai usaha warung nasi, kamu perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini :

1. Melakukan Riset Kecil-kecilan

Sebelum memulai usaha apapun, pemilik usaha sebaiknya mencari tahu lebih banyak dan mempelajari tentang usaha yang akan digeluti. Cukup lakukan riset kecil-kecilan untuk mendapatkan banyak informasi tentang bidang usaha yang akan dijalani.

Persaingan di bidang usaha ini cukup ketat. Warung makan sangat mudah dijumpai di mana saja. Inilah yang membuat kamu harus jeli dalam menjalankan sebuah usaha.

Kamu perlu mencari informasi tentang makanan apa yang memiliki potensi tinggi untuk laku terjual, peluang untung, dan kondisi lingkungan sekitar tempat warung berdiri.

Melakukan riset sebelum menjalankan usaha bisa membantu kamu dalam memulai dan membuat strategi usahanya, termasuk dalam mencari celah yang bisa dimanfaatkan agar bisa menghadapi persaingan, misalnya dengan menjual makanan yang jarang dijual oleh warung nasi lain di sekitar daerah itu. Dengan demikian, peluang untung yang didapat akan semakin besar, ketimbang menjual makanan dengan jenis yang sama seperti kebanyakan warung.

2. Menentukan Lokasi Usaha

Lokasi memegang peranan penting dalam sukses atau tidaknya sebuah usaha. Ada beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan dalam memilih lokasi untuk mendirikan warung, misalnya lokasi yang strategis dan dekat dengan keramaian. Dengan mendirikan warung di tempat ramai, kamu memiliki peluang besar untuk mendapat banyak keuntungan.

Selain itu, akses menuju warung juga harus diperhatikan agar para calon pelanggan mengetahui keberadaan usaha kamu.

Tidak ada salahnya untuk memilih lokasi dekat kampus, perkantoran, atau sekolahan. Manfaatkan tempat-tempat yang mana banyak orang beraktivitas. Pemilihan lokasi masih menjadi aspek penting dalam menjalankan usaha, meski saat ini telah tersedia layanan pesan antar makanan.

Banyak orang masih menyukai pergi langsung ke tempat makan daripada membelinya secara online, karena dapat langsung memilih menu tanpa menunggu. Selain itu, tidak semua orang menggunakan aplikasi layanan pengantaran makanan.

Sebaiknya pahami juga bagaimana kebiasaan warga sekitar dalam membeli makanan, sehingga kamu mendapatkan gambaran seperti apa warung yang cocok untuk dijalankan.

3. Menentukan Konsep Warung Nasi

Sebaiknya tentukan konsep yang akan digunakan sejak awal, misalnya apakah akan menggunakan prasmanan atau ambil sendiri, atau dilayani. Bisa juga konsepnya menggunakan meja dan kursi panjang seperti warung makan pada umumnya atau dengan konsep lesehan yang sederhana. Untuk desain warung makan yang sederhana, kamu bisa melihat referensi dari desain warung makan pinggir jalan. Namun kamu juga bisa berinovasi untuk membuat konsep dan desain yang unik dan berbeda dari yang lain.
Perlu diperhatikan bahwa usaha warung makan kecil dan sederhana ini biasanya menyasar kalangan menengah ke bawah meski tidak menutup kemungkinan kalangan menengah ke atas juga termasuk. Kebanyakan juga konsumen lebih menyukai konsep warung makan yang sederhana, nyaman, santai, namun tertata dengan rapi dan bersih.

4. Mengetahui Target Pelanggan

Seperti halnya pemilihan lokasi, target pelanggan juga perlu ditentukan. Dengan mengetahui target pasar, kamu bisa menyesuaikan menu yang dijual, harga yang dipatok untuk setiap makanan, dan beberapa aspek lain seperti fasilitas di tempat makan.

Usaha warung makan kamu bisa saja sepi, jika salah menentukan target pasar pada tahapan awal. Misalnya, jika kamu membuka sebuah warung di sekitar sekolahan, warung akan sepi jika harga yang ditetapkan terlalu tinggi. Inilah pentingnya mengetahui pangsa pasar sebelum memulai usaha.

Perhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar, misalkan jika di daerah sekitar banyak terdapat tempat kost untuk mahasiswa, tentunya mereka bisa menjadi target pelanggan. Tetapi kamu tidak bisa mematok harga terlalu tinggi jika ingin warung nasi kamu ramai, karena warung untuk mahasiswa biasanya identik dengan harga yang ramah di kantong namun dengan porsi yang memuaskan.

5. Tentukan Jenis Makanan yang Dijual

Setelah mengetahui target pasar, kamu akan mudah untuk menentukan harga. Dari harga ini, kamu bisa menetapkan menu masakan apa saja yang akan dijual dan menentukan harga jual sesuai dengan harga bahan-bahannya. Artinya, jika kamu menjual makanan dengan harga tertentu, pastikan harga konsumen itu sudah mencakup semua bahan yang ada pada satu porsi makanan tersebut. Dengan demikian, kamu tidak akan mengalami kerugian.

Menu masakan juga sebaiknya selalu dibuat bervariasi untuk menghindarkan seseorang merasa bosan jika menjadikan warung kamu sebagai satu-satunya tempat tujuan untuk membeli makanan. Jika pelanggan merasa bosan, bukan tidak mungkin mereka akan pindah ke lain tempat, dan ini akan berpengaruh pada tingkat penjualan di warung kamu.

Tidak hanya itu, jenis atau ragam masakan sebaiknya unik dan menarik dalam hal rasa. Citarasa adalah hal utama dalam menjalankan sebuah usaha warung makan.

Banyak orang rela antre panjang demi mendapatkan makanan enak, daripada datang ke suatu tempat makan dengan nyaman tanpa mengantri namun dengan menu yang terkesan monoton, tidak variatif dan kurang sedap.

Rasa adalah hal yang sangat penting dalam usaha makanan, sehingga harus dipikirkan sebagai prioritas utama. Jika memungkinkan, buat masakan yang tidak banyak warung menjualnya, atau masakan yang berbeda dengan kebanyakan warung di sekitar.

6. Memilih Bahan Baku

Berbicara soal usaha makanan tentunya tidak lepas dari bahan baku untuk membuatnya. Jika kamu sudah memiliki pandangan soal jenis masakan, pikirkan juga dengan bahan baku untuk membuatnya dan bagaimana mendapatkannya, misalkan apakah perlu mencari supplier tetap untuk semua jenis bahan atau untuk bahan tertentu saja. Tentunya, semakin baik kualitas bahan baku, semakin nikmat makanan itu untuk disantap.

Perlu dihitung seberapa banyak biaya yang dibutuhkan untuk membeli bahan-bahan pada usaha warung makan yang dijalankan. Hitung kebutuhan bahan-bahan harian, atau bahkan secara bulanan, sehingga kamu bisa memiliki kerangka biaya yang dibutuhkan untuk membelinya dalam jangka waktu yang lama. Perencanaan yang baik akan memudahkan kamu dalam merealisasikan rencana tersebut.

Tidak hanya itu, kamu juga perlu mempertimbangkan bahan baku dengan jumlah yang banyak, karena kamu tentunya tidak ingin menolak pelanggan yang datang karena makanan yang habis. Maka dari itu, siapkan bahan makanan sebagai simpanan jika suatu saat makanan di etalase telah habis.

7. Berpromosi

Memang, saat ini banyak warung makan mulai menggunakan media sosial sebagai medium untuk promosi. Maka, tidak ada salahnya juga jika kamu menganggarkan biaya untuk urusan yang satu ini. Bukan tanpa alasan, kegiatan promosi bisa mendatangkan banyak pelanggan ke warung kamu. Dengan promosi yang tepat, keuntungan besar bisa diraih secara maksimal.

Kamu juga bisa mengadakan program promosi pada momen-momen tertentu, misalnya saat weekend, pembelian makanan tertentu akan menghasilkan cashback untuk pelanggan. Promosi telah terbukti menjadi senjata ampuh untuk menarik para pelanggan untuk datang ke banyak tempat usaha, termasuk usaha warung makan.

8. Menghitung Modal

Hal penting yang harus dilakukan sebelum memulai usaha warung makan adalah menyiapkan modalnya. Modal yang dibutuhkan akan diketahui setelah kamu mendapatkan rincian biaya dari hal-hal yang telah dibahas di atas. Dengan demikian, kamu sudah tahu berapa banyak modal yang akan dikeluarkan untuk memulai usaha warung makan.

Seperti usaha-usaha lainnya, usaha warung makan kecil atau sederhana juga memerlukan modal awal. Dalam hal ini modal digunakan untuk membeli peralatan, bahan makanan, ataupun sewa lokasi apabila kamu membuka usaha dengan menyewa tempat. Modal usaha sebaiknya dirinci sesuai kebutuhan. Untuk persiapan dana bisa kamu persiapkan jauh-jauh hari atau paling tidak jika kamu masih kekurangan modal, kamu bisa mengajak keluarga atau rekan kamu untuk kerjasama.

BukuKas - Download Aplikasi BukuKas

Perkiraan Rincian Modal Usaha Warung Nasi

Berikut ini adalah contoh perkiraan rincian modal usaha warung nasi. Beberapa barang yang dibutuhkan dan perkiraan harganya antara lain :

Rincian Biaya
Meja panjang dan beberapa kursi Rp. 800.000
Peralatan memasak dan peralatan makan Rp. 500.000
Etalase dan wadah makanan Rp. 900.000
Bahan baku awal untuk 30 hari Rp. 7.000.000
Gas untuk memasak Rp. 120.000
TOTAL BIAYA OPERASIONAL Rp. 9.320.000

Pendapatan per Bulan (dihitung berdasarkan perkiraan penjualan rata-rata) :

Rincian Penjualan Estimasi Pendapatan
Lauk Ayam @Rp 7.500 x 20 potong x 30 hari Rp. 4.500.000
Lauk Telor @Rp 5.000 x 20 potong x 30 hari Rp. 3.000.000
Lauk Ikan @Rp 7.000 x 20 potong x 30 hari Rp. 4.200.000
Lauk Tempe/Tahu @Rp 2.500 x 35 potong x 30 hari Rp. 2.625.000
Aneka Sayuran @Rp 3.000 x 35 bungkus x 30 hari Rp. 3.150.000
TOTAL PENJUALAN Rp. 15.075.000

Laba bersih per bulan
Total Penjualan – Total Biaya Operasional = Rp 15.075.000 – Rp 9.320.000 = Rp 5.755.000

Dengan modal setidaknya sekitar Rp 10 juta, kamu sudah bisa membuka sebuah warung makan, plus perkiraan keuntungan menggiurkan seperti yang digambarkan dalam estimasi perhitungan di atas. Hal ini bisa berlaku jika kamu tidak menyewa tempat, misalnya dengan memanfaatkan bagian depan rumahmu untuk dijadikan lokasi, karena rincian modal tersebut belum menghitung sewa tempat dan juga biaya pemakaian listrik, karena dua hal tersebut bervariasi di setiap lokasi, serta tergantung banyaknya pemakaian listrik.

***

Jika kamu memang tertarik untuk membuka warung makan, maka mulailah menyusun rencana usaha tersebut secara jelas dan terperinci, namun dengan syarat kamu memang yakin mampu dan pandai memasak, ataupun bisa mempekerjakan orang yang handal dalam memasak. Walaupun demikian, membangun suatu usaha tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Perlu perjuangan dan kerja keras, serta berbagai kiat khusus untuk bisa sukses menjalaninya.

Untuk menunjang kesuksesan, sangat dibutuhkan konsistensi kualitas pelayanan dan rasa masakan. Jika kedua hal penting tersebut dapat terus dijaga, maka pelanggan akan terus berdatangan. Selain itu, kamu juga perlu menerapkan manajemen keuangan yang baik. Untuk membantu mengelola keuangan, gunakan aplikasi pembukuan mobile yang recommended, yang memiliki berbagai fitur yang mudah dan praktis untuk digunakan.

Artikel serupa

Leave a Comment