BukuKas Blog - Pak Kas Sedang Input Transaksi ke Aplikasi BukuKas

Pembukuan Keuangan Sederhana untuk UMKM? Begini Cara Mudah Menyusunnya!

Jika kamu baru mulai menjalankan online shop atau usaha kecil-kecilan lainnya, selamat ya! Mendirikan suatu bisnis adalah pencapaian yang memerlukan semangat dan ketekunan yang luar biasa.

Dibalik pencapaian itu, ada berbagai tanggung jawab dan konsekuensi yang harus kamu jalankan. Tentunya diperlukan kerja keras dan kemauan yang kuat untuk belajar banyak hal baru, termasuk soal pengelolaan keuangan,

Banyak pemula dalam bisnis baik itu usaha mikro, kecil, maupun menengah mahir dan kreatif dalam menciptakan suatu produk dan layanan yang hebat. Tapi di sisi lain, banyak dari mereka yang belum benar-benar paham mengenai pembukuan keuangan sederhana.

Mereka berpikir bahwa pembukuan adalah pekerjaan yang rumit. Namun sebenarnya, jika kamu mampu memahami dan menggunakan data pembukuan secara efektif, kamu punya peluang lebih besar untuk bisa mengembangkan usahamu.

BukuKas - Pak Kas dan Bu Yati Sedang Berbincang Tentang Usahanya

Kalau kamu belum paham mengenai akuntansi, nggak masalah. Kamu bisa mempelajari dasar-dasar akuntansi bagi usaha kecil dengan panduan singkat untuk pemula ini.

Kita mulai dulu dari pengertian pembukuan ya. Seperti yang tertera dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007, pembukuan sederhana adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan. Pencatatan keuangan ini meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan, dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa. Kemudian bisa ditutup dengan membuat laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi pada periode tersebut.

Selanjutnya kita akan bahas mengenai beberapa jenis pembukuan secara umum. Pembukuan sederhana terdiri dari beberapa jenis pencatatan yang bisa kamu buat dengan mudah, yang terdiri dari:

1. Pembukuan Catatan Kas

Biasa disebut juga dengan buku kas, pembukuan jenis ini merupakan gabungan catatan antara transaksi pengeluaran dan pemasukan. Membuat pembukuan ini sangat mudah. Kamu hanya perlu menuliskan semua pemasukan dan pengeluaran yang terjadi dalam aktivitas usahamu. Pemasukan dan pengeluaran dalam suatu usaha sangat penting untuk dicatat, agar kamu bisa lebih mudah merencanakan pengembalian modal usaha, target, penjualan, dan lain-lain. Kamu bisa mencatat mulai dari pemasukan penjualan, belanja pembelian bahan baku, kegiatan operasional, administrasi, gaji karyawan dan lainnya dalam pembukuan kas ini setiap bulannya.

2. Pembukuan Persediaan

Persediaan ini erat kaitannya dengan penjualan, karena ketika ada penjualan, kamu harus dapat memastikan bahwa produk tersebut tersedia. Pembukuan persediaan ini juga bisa digunakan untuk menghindari kecurangan yang dilakukan karyawan dan supplier. Apalagi, kalau jumlah persediaan dan transaksi penjualan bisnis kamu banyak.

3. Pembukuan Inventaris Barang

Pembukuan jenis ini berisi catatan setiap barang atau aset yang kamu miliki dan yang kamu beli. Dengan menyusun pembukuan inventaris barang, kamu bisa menjaga atau mengawasi agar aset usahamu terkendali, bahkan bisa bertambah, dan agar jangan sampai ada yang hilang. Pembukuan ini juga akan mempermudah kamu dalam melakukan pengecekan barang dan melakukan mutasi atau penghapusan barang.

4. Pembukuan Hutang Piutang

Pembelian tidak selalu dilakukan secara tunai, karena ada juga yang dilakukan secara kredit atau dibayarkan nanti. Dalam kasus seperti ini, kamu harus mencatatnya dalam pembukuan hutang piutang, kamu tidak lupa siapa saja yang berpiutang, berapa besar piutangnya serta telah melakukan pembayaran seberapa besar.

Dengan catatan piutang ini kita bisa memonitor sudah berapa lama piutang tersebut tidak tertagih. Kita harus bisa mempercepat periode penarikan piutang, jangan sampai penjualan banyak tapi kebanyakan dalam bentuk piutang, karena akan mengganggu cash flow bisnis.

Demikian juga dengan hutang, yang harus kamu bayar tepat waktu demi menjaga nama baik dan kepercayaan yang diberikan kepada kamu dan usahamu. Selain itu, dengan melakukan pencatatan hutang maka kamu akan terhindar dari membayar 2 kali atau lebih.

Cara membuat pembukuan keuangan sedehana

Setelah mengetahui pengertian dan jenis pembukuan, kamu bisa mempelajari cara membuatnya. Berikut adalah contoh cara membuat pembukuan keuangan sederhana (catatan kas).

Kamu bisa menggabungkan transaksi antara buku kas pemasukan dengan pengeluaran. Biasanya yang ada di dalam pembukuan kas ini meliputi judul, uraian, tanggal, penerimaan (debit), pengeluaran (kredit), saldo, dan total dari debit dan kreditnya.

Dengan menggabungkan transaksi pemasukan dan pengeluaran tersebut, kamu bisa mengetahui dengan jelas berapa keuntungan maupun kerugian usahamu. Kamu juga bisa mengetahui besarnya anggaran usahamu, agar dapat membuat perencanaan dan strategi selanjutnya, terutama jika di kemudian hari ada biaya tidak terduga yang harus dikeluarkan.

Kalau kamu ingin usahamu bisa terorganisir dan terus berkembang sehingga menghasilkan banyak keuntungan, maka penting banget untuk membuat pembukuan sederhana yang bisa membantumu mengetahui kondisi usahamu dan menentukan target yang diinginkan.

Bagi perusahaan besar, membuat pembukuan merupakan hal yang mudah karena mereka sudah memiliki akuntan berpengalaman untuk khusus mengerjakan pembukuan di perusahaannya. Sedangkan untuk para pelaku UMKM, pembukuan bisa dilakukan dengan bantuan berbagai aplikasi keuangan digital yang dapat memudahkan mereka mengelola dan memantau laporan keuangan usaha mereka melalui smartphone.

BukuKas - Pak Kas dan Bu Yati Sedang Berbincang Tentang Omzet Usahanya

Namun, dengan aplikasi pembukuan keuangan yang tepat, kamu akan lebih percaya diri dalam menentukan langkah selanjutnya untuk mengembangkan bisnismu.

Artikel serupa

Leave a Comment