Blog BukuKas - Proposal Usaha : Pentingnya, Cara Menyusun, Tips dan Contohnya

Proposal Usaha : Pentingnya, Cara Menyusun, Tips dan Contohnya

Dalam membangun atau mengembangkan suatu bisnis, pemilik usaha biasanya akan membutuhkan permodalan dari investor. Namun, tentu saja investor tersebut tidak akan begitu saja bersedia menanamkan modalnya. Pemilik usaha perlu meyakinkan investor bahwa bisnisnya memiliki prospek yang bagus sehingga modal yang ditanamkan tidak sia-sia dan akan menghasilkan keuntungan. Disinilah perlunya proposal usaha, yang berisi gambaran mengenai bisnis tersebut dan berbagai hal yang mampu meyakinkan para investor. Bagaimana cara membuat proposal usaha yang baik? Seperti apa contohnya? Simak dalam artikel berikut.

BukuKas - Download Aplikasi BukuKas

Apa itu Proposal Usaha?

Proposal usaha merupakan dokumen tertulis yang berisi gambaran dan proyeksi untuk mendirikan atau mengembangkan sebuah peluang usaha. Proposal ini dapat membantu kamu mendapatkan pembiayaan, mempertajam strategi, serta mencapai tujuan kamu.

Singkatnya, proposal usaha berisi gambaran dan rencana bisnis yang nantinya dilihat oleh seorang investor atau pemodal. Jika proposal kamu menarik, maka investor atau pemodal bisa saja bersedia untuk menanamkan modal di bisnis kamu.

Investor sebagai sumber modal tentu tidak mudah memberikan suntikan dana bagi pemilik usaha. Diperlukan adanya komitmen dan perjanjian yang jelas antara pemilik modal dan pelaku usaha untuk mencegah kerugian.

Pentingnya Proposal Usaha

Mengapa menyusun proposal usaha merupakan hal yang penting untuk dilakukan jika kamu adalah seorang pelaku usaha? Berikut ini adalah fungsi proposal usaha :

  • Sebagai kerangka untuk mendirikan suatu usaha.
  • Sebagai bahan perbandingan antara rencana sebelumnya dengan target yang ingin dicapai.
  • Untuk merancang strategi bisnis serta menggali kelebihan maupun kekurangannya, peluang yang dapat diraih dan tantangan yang dihadapi.
  • Untuk membantu wirausahawan dalam mengkaji bidang usaha yang dijalankan melalui sudut pandang orang lain.
  • Sebagai acuan untuk mengembangkan bisnis.
  • Dapat digunakan untuk mendata persaingan pada lapangan, resiko yang akan dihadapi, serta membantu wirausahawan dalam mengambil langkah antisipasi resiko tersebut.
  • Sebagai catatan mengenai anggaran yang dibutuhkan.
  • Sebagai materi yang diajukan untuk meyakinkan dan menjalin kerjasama dengan investor.
  • Sebagai syarat untuk mengajukan pinjaman modal kepada pihak bank.

Cara Membuat Proposal Usaha

Jika kamu ingin membuat proposal usaha yang baik dan menarik bagi investor, tentu ada cara dan trik tersendiri yang perlu dilakukan. Proposal usaha harus disusun secara singkat, padat, dan jelas. Sebagian besar orang tidak mempunyai banyak waktu untuk membaca proposal yang tebal dan bertele–tele.

Oleh karena itu, proposal harus dilandaskan pada rangkaian dan struktur kata yang jelas dan langsung pada intinya. Usahakan pihak yang menerima proposal kamu dapat memahami gambaran keseluruhan hanya dengan membaca satu atau dua halaman pertama. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam menyusun proposal usaha yang mencakup bagian penting yang harus dicantumkan.

1. Membuat Pendahuluan

Tips membuat proposal usaha yang pertama adalah membuat pendahuluan.

Bab pendahuluan penting untuk investor mengetahui latar belakang usaha yang kamu jalankan.

Di dalamnya, ada visi dan misi usaha kamu, serta gambaran tujuan dan target yang akan dicapai. Hal ini penting agar investor percaya bahwa uang mereka tidak akan hilang atau rugi jika mereka menanamkannya pada usaha kamu.

2. Mencantumkan Profil Badan Usaha

Setelah kamu membuat bab pendahuluan, buatlah profil badan usaha kamu secara singkat. Ada tiga poin yang harus ditulis di dalam profil yakni jenis usaha, nama perusahaan dan lokasi perusahaan.

Dari bagian ini, investor bisa menggali seberapa besar potensi usaha kamu di pasaran. Investor tentu memerlukan hal ini untuk menganalisa pasar dan menentukan berapa besaran dana yang mereka akan kucurkan ke usaha kamu.

3. Buatlah Struktur Organisasi Perusahaan

Setiap perusahaan pasti memiliki struktur organisasi, baik itu kamu sendiri, dengan sebuah sistem atau tim yang menjalankan perusahaan kamu. Bisa juga dibuat antara pemilik dan karyawan.

Jika perusahaan kamu sudah memiliki sistem manajerial dan organisasional yang baik, maka sebutkan nama pemilik perusahaan, nama manajer serta sistem marketing, HRD dan lain sebagianya. Walaupun terlihat tidak terlalu penting, tetapi hal ini diperlukan ketika membuat proposal usaha karena menunjukan bahwa usaha kamu dijalankan secara serius.

4. Jelaskan Produk Usaha

Setiap usaha tentunya memiliki produk yang dijual, bisa berupa barang atau jasa. Ketika kamu mencantumkan produk usaha, pastikan kamu menulis jenis produk, pembuatan produk serta keunggulan produk.

Demikian juga dengan proses pembuatannya, bagaimana serta apa kelebihan dari produk kamu dibandingkan yang lain. Investor pasti ingin tahu ini dan lebih memilih untuk memberikan dana kepada usaha-usaha yang unik, serta memiliki kelebihan dibandingkan usaha lainnya.

5. Menentukan Target Pasar

Bagian berikutnya dalam membuat proposal usaha adalah menentukan target pasar. Siapa yang menjadi target pasar kamu? Dapat kamu bagi dari sisi pekerjaan, dari usia, daerah atau kota. Bisa juga dari kelas ekonomi mereka, seperti menengah ke bawah atau atas.

Hal ini akan menjadi nilai plus bagi proposal kamu, karena artinya kamu tahu untuk siapa usaha kamu ini ditujukan, dan menunjukan bahwa memang kamu memiliki “pasar”.

6. Menyusun Strategi Promosi dan Pemasaran

Di sini, kamu akan menjelaskan lebih jauh tentang strategi marketing dari usaha kamu, serta bagaimana promosi tersebut nantinya dilakukan, sehingga pihak investor akan dengan mudah menganalisa keuntungan yang akan mereka dapatkan nantinya.

7. Menyusun Laporan Keuangan

Hal penting berikutnya untuk membuat proposal usaha yang tidak boleh kamu lupakan adalah tentang laporan keuangan yang terperinci dan transparan. Di sini kamu perlu membuat alokasi dana yang dibutuhkan untuk menjalankan usahamu.

Setelah itu, buatlah skema perhitungan laba yang bisa diraih nantinya, serta buatlah sistem perhitungan bagi hasilnya. Ini akan memudahkan investor untuk mengetahui seberapa besar dana yang harus mereka keluarkan dan seberapa besar keuntungan yang akan mereka dapat.

8. Membuat Bagian Penutup

Pastikan kamu membuat penutup dengan pemilihan kata yang tepat. Inilah bagian terakhir dari proposal usaha, di mana kamu membutuhkan kata-kata pamungkas untuk bisa meyakinkan investor agar mereka mau memberikan dananya. Jangan lupa untuk menyatakan rasa terima kasih karena telah membaca proposal kamu.

9. Menyertakan Lampiran

Dalam lampiran, kamu bisa lampirkan biodata pemilik usaha, surat ijin usaha, dan sertifikat usaha.

10. Membuat Tampilan Luar Proposal yang Menarik

Selain dari semua bagian-bagian di atas, hal lain yang tidak boleh kamu lupakan adalah tentang tampilan luar proposal kamu. Bisa jadi, investor tidak punya banyak waktu atau tidak berminat untuk membuka proposal dengan tampilan biasa seperti skripsi atau lembaran-lembaran tugas.

Buatlah tampilan yang bagus dan unik sehingga investor akan tertarik untuk membacanya. Bayangkan saja jika ada setumpuk tumpukan proposal di atas meja investor. Tentu ia tidak akan membuka semuanya.

Selain kemasan yang unik, jangan lupa buatlah proposal sesederhana mungkin agar mudah dibaca dan dipahami. Bahkan, saat ini, untuk menarik investor membuka atau membaca proposal, juga dibuat bentuk film sehingga investor tidak perlu membaca lembaran demi lembaran tapi hanya duduk dan menonton video berisi proposal. Dipadukan dengan efek dan suara tertentu, pastinya proposal akan semakin menarik. Namun, tetap disertakan proposal resmi yang berbentuk lembaran.

Itulah 10 tips dalam membuat proposal usaha yang bisa kamu terapkan supaya nantinya dilirik oleh investor. Memang tidak mudah untuk mendapatkan investor, tetapi jika kamu bersungguh-sungguh, pasti bisa menemukan investor yang ingin memberikan kamu modal usaha yang kamu butuhkan untuk mendirikan atau mengembangkan usaha kamu.

Tips Membuat Proposal Usaha

Setelah kamu membuat proposal usaha yang baik dan menarik, sekarang waktunya membahas tips untuk memastikan kesuksesan proposal tersebut. Berikut adalah tips – tipsnya :

  • Gunakan Media Lain untuk Meyakinkan Investor

Proposal yang diajukan biasanya harus kamu jelaskan pada pihak investor. Saat menjelaskan proposal ini, kamu bisa gunakan berbagai media pendukung. Mulai dari file presentasi Power Point sampai video dan demonstrasi sample produk, tentu akan memberi kesan baik pada pihak investor.

  • Buat Proposal yang Fleksibel

Proposal tentu merupakan gabungan konsep dan penawaran mengundang bagi investor. Jika ada sesuatu yang dalam proposal tersebut tidak cocok dengan investor, kamu bisa kaji kembali hal tersebut. Jika proposal berbentuk fleksibel dan bisa diubah sesuai kebutuhan investor, tentu saja bisnismu akan lebih cepat disetujui.

  • Ajukan Trial Period dan Milestone

Walaupun memiliki proposal usaha yang menarik dan meyakinkan, banyak investor yang mencari bukti kongkrit. Dalam hal ini, kamu bisa mengajukan trial period dan milestone dalam proposal tersebut. Dalam Trial period ini, kamu menerima dana dan mulai operasi usaha, tapi saat investor melihat bisnis kamu tidak berjalan sesuai rencana, mereka bisa tarik kembali modal mereka. Hal ini tentu memiliki resiko tersendiri, tapi daripada tidak memulai usaha sama sekali, opsi ini tentu lebih baik.

Mengenai milestone, kamu membuat usaha dengan dana dari investor dan membuat target dalam jangka singkat yang harus dipenuhi. Target ini bisa berupa tingkat keuntungan, jumlah produksi dan lain – lain. Jika kamu tidak memenuhi milestone tersebut, Investor bisa mencabut dana yang mereka berikan.

Hal-hal tersebut tentunya dibuat berdasarkan kesepakatan dengan pihak investor.

  • Kuasai Materi yang Berhubungan dengan Proposal

Hal terakhir yang pastinya membuat pengajuan proposal sukses adalah kemampuan kamu dalam menguasai materi. Dalam hal ini, kamu tidak hanya menguasai apa yang ada di dalam proposal tapi juga segala sesuatu lain yang berhubungan. Contoh saja situasi persaingan dengan usaha lain, pasar dan berita terakhir seputar dunia bisnis. Hal ini nantinya bisa membantu kamu menjawab pertanyaan investor dan bahkan membuat jawaban yang meyakinkan.

BukuKas - Download Aplikasi BukuKas

Contoh-Contoh Proposal Usaha

Berikut ini adalah dua contoh proposal usaha, yaitu usaha bisnis makanan dan usaha jasa. Proposal usaha seperti ini bisa dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan masing-masing.

*****

Proposal Usaha Bisnis Makanan

A. Judul Proposal : Bola Ubi Coklat Lumer ‘Ballicious’

B. Profil dan Tujuan Profil

Ballicious merupakan brand cemilan yang dikembangkan dari makanan tradisional, yang akan ditawarkan ke pasaran luas dengan menggunakan ubi sebagai bahan utamanya. Produk ini merupakan inovasi baru yang nantinya akan dikembangkan lebih lanjut terkait variasi rasa dan lain sebagainya. Makanan ini nantinya akan memiliki target di berbagai kalangan.

Tujuan

Tujuan usaha makanan ini tidak lain adalah menawarkan sesuatu yang baru di bidang bisnis makanan. Dengan membuka usaha ini, maka secara tidak langsung mengurangi jumlah pengangguran. Tujuan lainnya adalah agar makanan tradisional tidak hilang tergerus oleh zaman.

C. Pemasaran

  • Segmentasi

Dalam segmentasi pasar ini, usaha makanan ini memiliki target pembeli yang ingin dicapai. Sebisa mungkin, produk yang dikeluarkan nanti dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat. Adapun segmentasi target pasar dimulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

  • Target Pasar

Target pasar yang akan dibidik oleh usaha makanan ini utamanya adalah masyarakat di sekitar usaha ini nantinya berdiri, sekolahan hingga warung-warung kecil.

  • Positioning

Positioning dalam bisnis diperlukan agar peminat pasar tidak bosan dan tentunya disesuaikan dengan keinginan pasar. Inovasi yang akan dilakukan kedepan berupa menambahkan bahan baku baru untuk membedakan antara produk makanan ini dengan yang lainnya. Kedepan juga akan ditambah lagi variasi rasa ataupun toppingnya. Contohnya disini dengan menambah variasi isi keju, coklat kacang, green tea dan sejenisnya agar terlihat unik. Selain unik, variasi rasa tersebut akan membuat para konsumen mudah mengenali produk Ballicious ini.

D. Analisa SWOT

  • Strength (Kekuatan)

Dengan menggunakan bahan yang mudah dicari dan menjadi salah satu makanan pengganti karbohidrat, ada keyakinan yang tinggi bahwa produk ini nantinya akan diterima oleh masyarakat. Kualitas produk yang dihasilkan juga tinggi dengan adanya kandungan nutrisi yang beragam di dalamnya.

  • Weakness (Kelemahan)

Kelemahan dari produk ini adalah tidak dapat bertahan lama karena tidak menggunakan bahan pengawet apapun. Produk ini hanya akan bertahan 1-2 kali setelah masa produksi massal dilakukan. Setelah melewati masa itu, produk akan terasa berbeda jika dikonsumsi. Disisi lain, bahan baku yang digunakan terkadang tidak stabil pada musim tertentu dan hal tersebut akan mempengaruhi produksi.

Konsep yang sederhana dan menggunakan bahan baku yang tidak terlalu banyak ini membuat produk ini rentan akan banyak tiruannya.

  • Opportunity (Peluang)

Berbicara soal peluang pemasaran produk, dapat dikatakan bahwa secara umum produk ini sudah beredar di pasaran. Namun yang beredar di pasaran merupakan yang biasa dan tidak memiliki ciri khasnya. Berbeda dengan Ballicious yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa agar terlihat menarik dan berbeda dengan yang lainnya. Baru sedikit orang yang memanfaatkan bahan baku tradisional ini untuk diolah menjadi camilan yang sehat dengan harga terjangkau.

Oleh karena itulah peluangnya dapat dikatakan besar di sektor makanan, mengingat sebagian orang Indonesia menyukai aneka camilan dengan beragam variasi.

  • Threat (Ancaman)

Ketika membuka usaha di bidang makanan, maka tidak menutup kemungkinan akan ada ancaman yang menanti. Begitu juga ancaman produk ini, beberapa diantaranya bisa saja muncul kompetitor baru yang bersaing secara tidak sehat. Ancaman dari segi bahan baku yang dapat naik drastis ketika bukan musim panen atau banyak petani yang mengalami gagal panen.

Munculnya kompetitor baru yang menjual dengan harga yang lebih murah yang memiliki kualitas tidak jauh berbeda dengan produk ini.

E. Manajemen Produksi

1. Kegiatan Produksi

  • Kegiatan awal produksi adalah mulai mengembangkan ide untuk kedepannya serta terjun ke lapangan untuk mengetahui produk seperti apa yang diinginkan oleh konsumen.
  • Mencari dan menentukan bahan baku sebagai penunjang bahan utama dengan cara melakukan survei langsung ke lapangan. Dalam hal ini, tentunya mencari bahan yang mudah ditemukan dengan harga yang bersaing.
  • Proses produksi dilakukan dengan menerapkan asas produksi yang higienis, berkualitas agar mendapatkan kepercayaan dari konsumen.
  • Melakukan pencatatan keuangan dengan baik, mulai dari pemasukan dana hingga pengeluaran dana secara rinci dalam setiap hari, bulan dan tahunnya.

2. Penggunaan Bahan Baku

  • Ubi Jalar = 15 kg x @2000 = Rp30.000,00
  • Tepung Tapioka = 3,5 kg x @6000 = Rp21.000.00
  • Gula Merah = 1 kg x @15.000 = Rp15.000,00
  • Kacang = 1 kg x @20.000 = Rp20.000,00
  • Garam = 1 pcs x @1500 = Rp1.500,00
  • Batang Coklat = 5 pcs x @15.000 = Rp75.000,00
  • Ceres = 5 pcs x @5000 = Rp7.500,00

Total = Rp170.000,00

3. Daftar Peralatan Yang Dibutuhkan

  • Nampan 1 pcs
  • Gelas ukur 1 pcs
  • Baskom besar 1 pcs
  • Pisau 2 pcs
  • Panci 2 pcs
  • Wajan 1 pcs

4. Daftar Perlengkapan Lain

  • Label = 5 lembar x @5000 = Rp25.000,00
  • Sarung Tangan Plastik = 2 pcs x @2500 = Rp5000,00
  • Cup Plastik = 5 pack x @7500 = Rp37.500,00

Total = Rp67.500,00

5. Biaya Operasional

  • Transportasi = Rp50.000,00
  • Gas = Rp20.000,00

Total = Rp70.000,00

6. Proses Pembuatan

  • Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan seperti yang tertulis sebelumnya.
  • Mulai mengupas ubi, cuci hingga bersih, kemudian kukus hingga teksturnya lunak.
  • Pindahkan ubi ke wadah berukuran besar, tumbuk sampai benar-benar halus merata.
  • Tambahkan bumbu seperti garam dan bahan lain seperti tepung tapioka. Campurkan hingga merata.
  • Ambil adonan sekitar 1 sendok atau secukupnya, pipihkan adonan dan masukkan gula merah atau coklat atau isian lain sesuai selera. Bentuk menjadi bulat sempurna.
  • Lakukan langkah sebelumnya sampai adonan habis.
  • Siapkan wajan dan tuangkan minyak secukupnya, gunakan api sedang untuk menggorengnya. Angkat jika sudah berwarna kecoklatan atau kuning keemasan.
  • Sajikan dengan berbagai macam topping.

F. Rencana Anggaran

Estimasi Pengeluaran

Modal awal yang harus dikeluarkan untuk sekali produksi sebesar Rp307.500,00.

Adapun perinciannya :

= bahan baku + perlengkapan lain + operasional
= Rp170.000,00 + Rp67.500,00 + Rp70.000,00
= Rp307.500,00

Dengan modal Rp307.500,00, ditargetkan dapat memproduksi mencapai 100 pcs atau lebih.

Menetapkan Harga Jual
Harga Satuan Produksi

= total pengeluaran : hasil produksi
= Rp307.500,00 : 100
= Rp3075,00 / pcs

Harga Jual

= harga satuan + laba yang diinginkan
= Rp3075,00 + Rp1425,00
= Rp4.500,00

Dengan demikian, harga jual per satuannya adalah Rp4.500,00.

Estimasi Laba
Adapun perhitungan laba yang didapatkan dalam sekali produksi adalah sebagai berikut :

= (hasil produksi x harga jual) – modal awal
= (100 x Rp4500,00) – Rp307.500,00
= Rp400.000,00 – Rp307.500,00
= Rp142.500,00

Jika dalam persentase, maka persentase laba yang didapatkan adalah :

= (laba : modal) x 100%
= (Rp142.500,00 : Rp307.500) x 100%
= 46,34%

*****

Proposal Usaha Jasa Bimbingan Belajar

A. Judul Proposal : Bimbel ‘Kawan Siswa’

B. Struktur Organisasi dan Tanggung Jawab

  • Direktur

Direktur akan bertanggung jawab atas segala sesuatu yang berhubungan dengan Bimbel Kawan Siswa. Orang yang menduduki posisi ini juga bertugas dan bertanggung jawab penuh atas koordinasi, melakukan kontrol hingga mengawasi kinerja karyawan bimbel. Tugas dan tanggung jawab lainnya adalah membuat serta menetapkan kebijakan di Bimbel Kawan Siswa agar dapat berjalan dengan maksimal. Di akhir bulan atau dalam jangka waktu tertentu akan mengadakan evaluasi kinerja dan sejenisnya demi kelancaran usaha dan meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

  • Bagian Akademik

Bagian akademik memiliki tugas dan tanggung jawab atas proses jalannya bimbel agar tidak bertabrakan dengan jadwal lainnya. Bagian akademik bertugas untuk membuat jadwal bimbel dengan tutor dan mengabari kedua belah pihak jika terjadi pergantian jadwal karena alasan tertentu. Tidak hanya mengatur jadwal antara siswa dan tutornya saja, tapi juga melakukan kontrol hingga analisa keefektifan proses pembelajaran. Bagian akademik juga bertanggung jawab atas perkembangan kualitas tutor maupun perkembangan akademik siswa tersebut.

  • Bagian Administrasi

Seperti halnya tugas dan tanggung jawab bagian administrasi pada umumnya, bagian ini akan bertugas dalam urusan surat menyurat hingga arsip dokumen. Disisi lain, bagian administrasi juga melakukan pengawasan terhadap absensi siswa maupun tutor dan menyediakan formulir pendaftaran, baik untuk tutor maupun siswa.

  • Bagian Keuangan

Bagian keuangan bertanggung jawab atas pengelolaan uang yang masuk dan keluar di Bimbel Kawan Siswa. Dalam setiap hari dan bulannya akan membuat laporan keuangan untuk dijadikan evaluasi oleh direktur. Disisi lain, ia akan bertanggung jawab secara penuh atas pengelolaan keuangan agar dapat digunakan secara efisien.

  • Bagian Marketing

Bagian ini merupakan bagian yang sangat penting demi kelancaran bisnis Bimbel Kawan Siswa. Orang yang menempati bagian marketing akan bertanggung jawab atas perekrutan siswa ataupun tutor dan mencapai target yang diberikan oleh atasannya. Di sisi lain juga akan melakukan promosi ke sekolah dan mengatur proses promosi agar efektif dan efisien. Penyebaran brosur dan sejenisnya juga menjadi tanggung jawab bagian marketing. Pengelolaan media sosial akan menjadi tugas marketing untuk memperluas jaringan promosi.

  • Tutor

Tutor atau pengajar akan bekerjasama dengan bidang akademik dalam membimbing siswa yang telah terdaftar dan mengajarinya seefektif mungkin.

Seorang tutor akan bertanggung jawab atas keberhasilan dan peningkatan kemampuan akademik siswa yang diajarnya. Di sisi lain, tutor akan bertugas melakukan evaluasi terhadap sistem pembelajaran yang dilakukan.

C. Target, Produk dan Pemasaran

  • Target

Sebagai awal perjalanan Bimbel Kawan Siswa, target konsumennya adalah para siswa siswa yang berada di Jakarta Timur. Adapun target atau kapasitas yang ingin dicapai adalah :

SD : 80 siswa yang terbagi atas 4 kelas
SMP : 75 siswa yang terbagi atas 5 kelas
SMA : 75 siswa yang terbagi atas 5 kelas
Mapel Pilihan : 60 siswa yang terbagi atas 4 kelas
Intensif UN : 50 siswa yang terbagi atas 5 kelas

  • Produk

Produk jasa yang ditawarkan oleh Bimbel Kawan Siswa ini cukup beragam dan menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Adapun produk dari bimbel ini diantaranya adalah paket umum untuk SD/sederajat hingga SMA/sederajat, paket mata pelajaran pilihan (bisa memilih maksimal 3-4) dan paket untuk persiapan UN, baik untuk SD/sederajat maupun SMA/sederajat.

Kelebihan Bimbel Kawan Siswa :

    • Tutor adalah orang-orang profesional di bidangnya masing-masing.
    • Akan ada hadiah bagi siswa siswa yang konsisten mendapatkan peringkat 1 selama 3x berturut-turut di sekolah.
    • Lingkungan belajar nyaman dengan dukungan fasilitas AC, WiFi, speaker dan sebagainya.
    • Dalam beberapa bulan sekali akan diadakan refreshing bersama agar siswa tidak terlalu stress.
    • Setiap 2 minggu sekali akan diadakan acara motivasi dan spiritual agar para siswa semangat dalam belajar dan mencapai apa yang dicita-citakannya.
    • Proses belajar yang menyenangkan dan menggunakan modul yang mudah dipahami.

Rincian Harga

Pendaftaran Bimbingan Total 1 Tahun
SD Rp. 150.000 Rp. 2.550.000 Rp. 2.700.000
SMP Rp. 150.000 Rp. 2.750.000 Rp. 2.900.000
SMA Rp. 150.000 Rp. 2.850.000 Rp. 3.000.000
Mapel Pilihan Rp. 200.000 Rp. 1.550.000 Rp. 1.750.000
UN Rp. 200.000 Rp. 3.000.000 Rp. 3.200.000

Pembayaran bisa dilakukan 3x dalam jangka waktu 1 tahun. Perlu diketahui bahwa biaya pendaftaran sudah termasuk modul pembelajaran dan fasilitas pendukung lainnya.

  • Pemasaran

Metode promosi atau pemasaran yang akan dilakukan diantaranya adalah melakukan penawaran secara langsung dengan mengunjungi sekolah-sekolah di wilayah yang telah ditetapkan.

Untuk mencakup area dan jangkauan yang lebih luas, kami akan melakukan promosi di internet melalui media sosial dan semacamnya. Tidak sampai disitu saja, teknik pemasaran lain yang dilakukan nantinya seperti memberikan garansi jika siswa tersebut tidak berhasil. Tentunya dengan syarat dan ketentuan tertentu. Adanya jaminan uang kembali 100% jika tidak puas dan gagal.

D. Statistik Keuangan

Pengeluaran Dana Awal

Pengeluaran Dana Awal
Perizinan Usaha Rp. 1.500.000
Penyewaan Tempat (1 tahun) Rp. 70.000.000
Alat Kantor Rp. 32.000.000
Alat Pembelajaran Rp. 70.000.000
Sarana Belajar Rp. 5.500.000
Pegawai Rp. 250.000.000
TOTAL Rp. 429.000.000

Kalkulasi Perkiraan 1 Tahun
Dana Masuk

Dana Masuk
Pendaftaran Rp. 17.250.000
Biaya Bimbel Rp. 775.550.000
TOTAL Rp. 792.800.000

Dana Keluar

Dana Keluar
Administrasi Perkantoran Rp. 16.500.000
Tenaga Kerja Rp. 250.000.000
Pemasaran Rp. 12.500.000
Pembelajaran Rp. 10.000.000
TOTAL Rp. 289.000.000

Perkiraan laba per tahun : Rp503.800.000,00
Penerimaan Investor 60% : Rp302.280.000,00

E. Analisa Resiko Usaha dan Antisipasi

Dalam memulai bisnis bimbel ini, tentunya ada resiko besar yang akan dihadapi. Adapun resiko tersebut diantaranya adalah kekurangan siswa sejak awal pembukaan hingga beberapa bulan setelahnya. Kedua adalah perlunya bimbingan kepada tutor dalam jangka waktu tertentu. Hal ini tentunya akan menambah pengeluaran dana dan proses pembelajaran menjadi terhambat.

Untuk mengatasi permasalah tersebut, maka sudah dipikirkan solusi pemecahan masalahnya. Pertama adalah mengoptimalkan pemasaran dan periklanan jauh sebelum bimbel resmi didirikan dengan berbagai macam promosi. Kedua adalah mencari tutor yang telah berpengalaman dan tidak perlu membimbingnya lebih lanjut.

Artikel serupa

Leave a Comment