Blog BukuKas - Kepikiran Usaha Jualan Baju? Simak Dulu Tipsnya

Kepikiran Usaha Jualan Baju? Simak Dulu Tipsnya

Seperti halnya bisnis makanan, peluang usaha jualan baju seolah tidak pernah surut dan selalu punya daya tarik tersendiri buat para entrepreneur. Bagi banyak orang, baju tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan utama tetapi juga bagian penting dari style. Itulah yang membuat baju tetap menjadi komoditas usaha dengan peluang yang menjanjikan. 

Perkembangan trend fashion yang cepat berubah memang menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang menjalankan usaha berjualan pakaian. Namun demikian, prospek bisnisnya tetap dianggap bagus karena target pasarnya selalu ada. 

Bisnis apapun yang punya prospek bagus, pasti akan memunculkan persaingan yang ketat. Demikian pula dengan usaha menjual baju. Pelaku usaha baru di bidang ini terus bermunculan. Banyak orang yang tertarik untuk memulai bisnis mereka untuk pertama kalinya dengan jualan baju. Mungkin kamu salah satunya.

BukuKas - 2 Toko Baju Dengan Penawaran Diskon Berbeda

Kalau kamu berencana membuka usaha di bidang ini, tidak perlu khawatir dengan persaingan yang ketat. Kamu tetap punya peluang untuk sukses asalkan membuat perencanaan usaha yang matang dan menjalankannya dengan optimal.

Selain itu, yang penting untuk keberhasilan usaha ini adalah memahami target pasar, selalu mengikuti trend, melakukan strategi promosi yang tepat, serta melayani pelanggan dengan sebaik-baiknya.

Ada beberapa point penting nih yang perlu kamu ketahui sebelum memulai usaha berjualan pakaian.

1. Lakukan riset atau survey pasar

Sebelum memulai bisnis, kamu perlu melihat peluangnya dengan cara melakukan riset kecil-kecilan. Dengan demikian kamu bisa menangkap peluang yang ada di tengah kondisi persaingan. Hal ini penting untuk mengantisipasi segala resiko yang mungkin saja terjadi dan harus kamu tanggung dalam menjalankan usaha ini. 

Riset ini bisa kamu lakukan dengan memanfaatkan internet. Temukan data mengenai jenis baju apa yang sedang laris di pasaran. Kamu bisa cek di beberapa marketplace ataupun online shop, dan cari tahu dengan jeli  produk baju yang paling banyak dilihat dan terjual. Selain itu, kamu juga bisa browsing dengan mengoptimalkan fitur-fitur yang terdapat dalam search engine, misalnya Google Trend atau Google Keyword Planner.

2. Tentukan jenis baju yang akan dijual

Berbekal hasil riset pasar yang sudah kamu lakukan, tentukan jenis baju yang akan dijual. Untuk tahap awal, ada baiknya kamu fokus pada satu segmen pasar tertentu, berdasarkan usia atau jenis kelamin, misalnya baju untuk bayi dan balita, baju untuk anak-anak dan remaja, atau baju untuk perempuan atau laki-laki dewasa, atau busana muslim.  

Sebenarnya kamu pun bisa mengikuti instingmu sendiri untuk menjual jenis-jenis baju yang kamu sukai, yang menurutmu bisa laris, tentunya dengan mempertimbangkan trend yang terus berubah.

BukuKas - Pemotretan Produk Baju

Namun terlepas dari perkembangan trend, ada juga beberapa basic fashion item dengan model yang standar, misalnya kaos dan kemeja tanpa motif, celana panjang dan legging polos, celana jeans, jaket dan cardigan, yang seringkali dibutuhkan banyak orang untuk dipadupadankan dengan baju jenis lain.

3. Bekerjasama dengan supplier yang tepat

Temukan supplier yang cocok untuk diajak bekerjasama menyuplai baju-baju yang kamu perlukan untuk dijual. Diperlukan kehati-hatian dan ketekunan untuk mendapatkan supplier yang handal dan bisa dipercaya, yang menyediakan model baju yang kamu cari serta memberikan harga yang sesuai. 

Supplier yang baik harus mudah dihubungi dan siap menjawab pertanyaan kamu seputar produk yang dijual. Jika sudah menemukan supplier yang tepat, mungkin kamu bisa merencanakan kerjasama untuk jangka panjang.

BukuKas - Banner CTA Download BukuKas

4. Memahami jenis baju dan bahan yang digunakan

Sebagai pelaku usaha, penting untuk punya pengetahuan mengenai produk yang dijual, supaya tidak keliru menjelaskan kepada pelanggan. Ada berbagai jenis bahan/kain, dengan tekstur, motif, ketebalan, dan harga yang bervariasi. Begitu pula dengan jenis, model, dan warna baju. 

Hal-hal seperti ini penting untuk diketahui, terlebih jika kamu berjualan via online shop, dimana kamu harus memberikan deskripsi yang jelas kepada pembeli mengenai baju yang ditawarkan. Bersiaplah untuk menjawab berbagai pertanyaan dari pembeli, jangan sampai mereka kecewa karena ternyata baju yang dibeli tidak sesuai keinginan.

5. Menggunakan strategi promosi yang tepat

Di era digital ini, manfaatkanlah teknologi untuk mendukung kelancaran usaha kamu. Gunakan website, akun media sosial, akun messenger untuk mempromosikan baju yang kamu jual, bahkan memasang iklan di internet. Banyak yang sukses berbisnis dengan mengandalkan promosi online.

BukuKas - Selebgram Sedang Mempromosikan Melalui Instagram Story

Selain itu, upgrade pengetahuan kamu dengan mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan pemasaran online untuk mendukung kelancaran bisnis kamu. Promosi langsung kepada pembeli juga perlu, misalnya memberikan penawaran khusus, harga diskon, dan sebagainya.

Baca juga : [Ter-Update] Tips dan Cara Efektif Jualan di Instagram di 2020

6. Melayani pelanggan dengan sebaik-baiknya

Banyak pelanggan yang kembali membeli atau melakukan repeat order ke suatu toko karena merasa puas dengan pelayanannya, bukan semata-mata karena adanya penawaran khusus atau diskon yang membuat harganya jadi lebih murah. Baik buruknya pelayanan akan mereka ingat. Kalau kamu bisa memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dan setelah itu mereka memberikan testimoni atau feedback yang positif, maka akan menguntungkan juga buat usahamu, kan?

Mengenai modal, kalau kamu punya modal yang mencukupi untuk memulai usaha jualan baju, maka selanjutnya kamu tinggal membuat rencana usaha dengan mempertimbangkan poin-poin yang sudah disebutkan tadi. 

Terus, gimana kalau modalnya minim atau malah belum ada modal sama sekali? Kamu tetap bisa kok memulai usaha jualan baju. Caranya yaitu dengan menjadi dropshipper

Dengan menjalani usaha dropship, berarti kamu mempromosikan dagangan milik orang lain, lalu pelanggan yang tertarik akan melakukan order ke kamu. Selanjutnya, kamu serahkan kepada supplier, yang akan mengirimkan barang kepada pelanggan atas nama kamu. Keuntungan akan didapat dari selisih harga yang kamu tawarkan kepada pelanggan dengan harga dari supplier. 

Menjadi dropshipper memerlukan keterampilan dalam memasarkan produk. Jadi, kamu hanya perlu fokus pada menjual produk, dan tidak perlu memikirkan soal produksi, stok barang, maupun pengiriman. Keuntungan yang kamu dapat nantinya bisa dikumpulkan jadi modal buat memulai sendiri usaha jualan bajumu. Jangan jadikan keterbatasan modal sebagai penghalang untuk memulai usaha jualan baju ya.

Oiya, dan jang lupa satu hal yang tak kalah pentingnya, lakukan pembukuan keuangan. Ya, pembukuan keuangan sederhana menjadi hal yang begitu penting dilakukan jika kamu ingin usaha jualan baju kamu cepat berkembang. Catatan keuangan harian harus kamu perhatikan sejak awal memulai bisnis ini. Selamat berbisnis!

Artikel serupa

Leave a Comment